Ketua KDMP Desa Kramat, Afandi, menjelaskan bahwa koperasi tersebut telah diresmikan pada 25 Juli 2025 dan kini memiliki sekitar 700 anggota. Ia menyebut sektor pertanian dipilih karena menjadi kebutuhan utama mayoritas warga.
“Kami memulai dari sektor pertanian karena itu yang paling dibutuhkan warga. Saat ini, koperasi menyediakan bahan pertanian sekaligus permodalan bagi petani,” ujarnya.
Dampak positif koperasi mulai dirasakan masyarakat. Sri, salah satu petani anggota koperasi, mengaku kini bisa mendapatkan pupuk dengan harga yang lebih murah dan mudah diakses.
“Sekarang kami bisa beli pupuk dengan harga lebih murah dan mudah. Ini sangat membantu petani kecil seperti kami,” ucap Sri.
Melalui koperasi ini, warga Desa Kramat berharap dapat memperkuat ketahanan ekonomi desa secara kolektif dan berkelanjutan. Inisiatif ini juga dinilai sebagai model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis gotong royong dan kolaborasi TNI–rakyat.












