Dalam audiensi tersebut, KONI juga menegaskan bahwa setiap langkah penyelesaian harus tetap mengacu pada mekanisme organisasi yang berlaku, termasuk melalui musyawarah kabupaten (muskab) maupun musyawarah kabupaten luar biasa (muskablub), agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Selain mendesak evaluasi kepengurusan IPSI Kabupaten Blitar, sejumlah perwakilan perguruan silat juga menyoroti minimnya ruang pembinaan atlet di daerah. Kondisi itu dinilai membuat banyak atlet potensial Kabupaten Blitar justru direkrut daerah lain.
Baca Juga: Ratusan Anggota PSHT Geruduk DPRD Kabupaten Blitar, Tuntut Penertiban Organisasi Ilegal
Menanggapi hal tersebut, KONI memastikan seluruh hasil audiensi akan segera dilaporkan kepada pimpinan dan diteruskan ke IPSI Jawa Timur dalam waktu dekat.
“Kami ingin semuanya duduk bersama. Karena di Kabupaten Blitar ada 16 perguruan dan semuanya harus dilibatkan dalam penyelesaian ini,” tegasnya.
Baca Juga: Mantan Ketua KONI Kabupaten Blitar Dua Periode Siap Rebut Kursi Ketua KONI Kota
Dalam pertemuan itu juga muncul ultimatum dari perwakilan PSHT agar IPSI Jawa Timur segera memberikan respons dalam waktu dua minggu. Apabila dalam satu bulan tidak ada perkembangan, massa mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah yang lebih besar.**












