Sukarodin menegaskan dewan tidak akan berhenti pada kondisi tersebut. Kekurangan pembiayaan selama empat bulan akan menjadi salah satu fokus perjuangan dalam pembahasan APBD Perubahan 2026 agar Bosda Madin dapat berjalan penuh selama satu tahun.
“Di APBD Perubahan nanti seharusnya kami memperjuangkan Trenggalek ini mencukupi kurang empat bulan,” tegasnya.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Sukarodin menilai Bosda Madin memiliki peran penting, tidak hanya untuk mendukung operasional Madrasah Diniyah, tetapi juga berkaitan langsung dengan insentif guru swasta yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan karakter di masyarakat.(Tim)












