Trenggalek,MEMO-
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin prihatin terhadap Bantuan Operasional Sekolah Daerah Madrasah Diniyah (Bosda Madin) di Kabupaten Trenggalek pada tahun anggaran 2026 yang dipastikan baru mampu meng-cover dua bulan.
Sukar sapaan akrabnya menilai masih jauh dari ideal untuk menopang keberlangsungan pendidikan keagamaan sekaligus kesejahteraan guru swasta.
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
Meski begitu ,pokok permasalahannya Dia juga telah mengetahuinya yakni keterbatasan kemampuan fiskal daerah.
“Bosda Madin yang bersumber dari APBD kabupaten hanya berfungsi sebagai pendamping anggaran dari pemerintah provinsi,” ungkapnya.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup












