Blitar, memo.co.id
Ketua DPRD Kota Blitar, Syahrul Alim, menegaskan bahwa semangat juang para santri tidak boleh padam, karena menjadi sumber energi moral dan intelektual bagi kemajuan bangsa. Pesan itu ia sampaikan usai mengikuti upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Aloon-aloon Kota Blitar, Rabu (22/10/2025).
Baca Juga: PUPR Kabupaten Blitar Siapkan Jalan Aman untuk Pemudik, 14 Titik Kerusakan Jadi Prioritas
Menurut Syahrul, peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum reflektif untuk mengenang dan meneladani perjuangan para ulama dan santri yang turut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia.
“Peringatan Hari Santri ini adalah momentum bagi para santri untuk mengingat perjuangan para pendahulu — para kyai dan santri yang waktu itu ikut berperang melawan penjajah,” ujar Syahrul kepada memo.co.id usai upacara.
Baca Juga: Gerindra Blitar Rangkul Media di Ramadan, Perkuat Sinergi dan Komunikasi Publik
Ia menambahkan, meski bangsa Indonesia kini hidup di era kemerdekaan, semangat perjuangan para santri harus tetap menyala dalam bentuk pengabdian dan kontribusi nyata terhadap bangsa.
“Memang sekarang tidak ada penjajahan fisik, tapi para santri harus berpikir ke depan: bagaimana bangsa ini bisa semakin maju, dan persatuan tetap terjaga,” imbuhnya.
Baca Juga: Dini Hari Mencekam di Udanawu, Ledakan Petasan Lukai Dua Remaja
Syahrul juga menyoroti potensi besar yang dimiliki kalangan santri di Indonesia. Dengan jumlah jutaan santri yang tersebar di seluruh penjuru negeri, ia meyakini mereka memiliki kekuatan strategis untuk mendorong pembangunan nasional di berbagai sektor.
“Apabila santri tidak memiliki peran, maka perjuangan bangsa ini bisa terhambat. Tapi sebaliknya, jika santri berperan aktif dan strategis, insyaAllah negara ini akan maju,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ketua DPRD asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren di Kota Blitar yang selama ini telah berjalan baik. Kolaborasi tersebut, kata dia, tampak nyata melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, hingga keagamaan yang melibatkan unsur pesantren.
“Upacara Hari Santri ini juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan pesantren. Kolaborasi ini penting agar nilai-nilai keislaman dan kebangsaan terus terjaga,” ujarnya.
Di akhir wawancara, Syahrul berpesan agar para santri di Kota Blitar terus memperkuat kapasitas diri, tidak hanya dalam bidang agama, tetapi juga ilmu pengetahuan dan keterampilan agar mampu beradaptasi dengan tantangan zaman.
“Saya berharap para santri, khususnya di Kota Blitar, tetap semangat dan berani berbuat demi kemajuan bangsa. Tingkatkan kapasitas diri agar mampu menjadi bagian dari kemajuan Indonesia,” tutupnya.**












