Berkat kesigapan warga, Yoga Saputra berhasil ditarik dari cengkeraman ombak. Meskipun syok dan lemas, nyawanya terselamatkan dan ia segera dilarikan ke Klinik Dewasaka untuk mendapatkan perawatan. Namun, satu nama masih belum ditemukan: Trifan Deva Saputra. “Namun satu korban lainnya, Trifan Deva Saputra, belum ditemukan sampai sekarang,” tambah AKP Andi Salbi pada Minggu malam itu, menyisakan kekhawatiran yang mendalam.
Informasi dari saksi menyebutkan bahwa Trifan diduga tidak memiliki kemampuan berenang, sebuah fakta yang membuat proses pencarian semakin sulit. Terlebih, ia terseret tepat di bagian palung laut, sebuah cekungan dalam yang bisa menjadi perangkap mematikan bagi siapa saja yang tak mengenali medannya.
Baca Juga: Ketika Bumi Berduka di Trenggalek Sebuah Kisah di Balik Genangan dan Longsor
Pencarian Tiga Hari dan Penemuan yang Penuh Haru
Selama dua hari berikutnya, suasana di sekitar Pantai Konang dipenuhi ketegangan. Tim SAR gabungan, yang terdiri dari kepolisian, BPBD, dan masyarakat, tak kenal lelah menyisir setiap jengkal perairan. Helikopter patroli laut mungkin tak terlihat, tetapi semangat solidaritas warga dan tim penyelamat begitu terasa di darat dan di atas perahu.
Titik terang, atau lebih tepatnya titik akhir pencarian, datang pada Selasa pagi. Komandan Tim Operasi SAR, Nuryono, mengumumkan penemuan yang dinanti sekaligus ditakuti.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Bupati Trenggalek Mas Ipin "Tersandra" di Arab Saudi
“Pukul 07.04 WIB kami mendapat informasi dari nelayan bahwa ditemukan satu jenazah yang diduga kuat adalah korban,” ujar Nuryono. Jasad Trifan ditemukan sekitar tiga kilometer dari lokasi awal kejadian, di koordinat 8°16’24.0″ S dan 111°27’07.4″ E.
Pada pukul 08.35 WIB, setelah upaya evakuasi yang hati-hati, jenazah Trifan berhasil ditarik ke darat. “Jenazah dievakuasi bersama nelayan sekitar dan dinyatakan meninggal dunia (MD). Korban langsung kami bawa ke RSUD Panggul untuk penanganan lebih lanjut,” kata Nuryono. Sebuah *debriefing* singkat dilakukan pukul 09.00 WIB, menandai resminya penutupan operasi SAR. Seluruh elemen yang terlibat kembali ke satuannya masing-masing, membawa serta pengalaman pahit namun berharga.
Baca Juga: Batu Raksasa Setara Truk Longsor dari Tepi Gunung, Tutup Jalur Trenggalek Ponorogo
Kisah Trifan di Pantai Konang ini adalah pengingat yang kuat. Bahwa di balik pesona alam, selalu ada risiko yang mengintai. Pentingnya kewaspadaan, pengetahuan tentang kondisi laut, dan kemampuan berenang menjadi pelajaran berharga yang harus diresapi oleh setiap pengunjung pantai, demi mencegah terulangnya kecelakaan laut serupa di masa depan.












