Example floating
Example floating
TRENGGALEK

Ketika Ombak Merenggut Asa; Kisah Tragis Trifan di Balik Indahnya Pantai Konang

A. Daroini
×

Ketika Ombak Merenggut Asa; Kisah Tragis Trifan di Balik Indahnya Pantai Konang

Sebarkan artikel ini
Ketika Ombak Merenggut Asa; Kisah Tragis Trifan di Balik Indahnya Pantai Konang

Memo, hari ini

Langit Trenggalek pagi itu, Selasa (25/06/2025), menyisakan mendung pilu. Di tengah hamparan biru Pantai Konang, sebuah operasi pencarian besar-besaran akhirnya menemukan jawaban yang pahit.

Baca Juga: Ketika Bumi Berduka di Trenggalek Sebuah Kisah di Balik Genangan dan Longsor

Jasad Trifan Deva Saputra (14), seorang pelajar asal Kecamatan Dongko, yang hilang ditelan ombak dua hari sebelumnya, teridentifikasi. Penemuan ini bukan hanya mengakhiri operasi SAR yang intens, tetapi juga menyisakan duka mendalam dan menjadi pengingat keras tentang bahaya tersembunyi di balik keindahan pesisir.

Minggu Siang yang Berubah Kelabu: Awal Mula Hilangnya Trifan

Kisah tragis ini bermula pada Minggu (22/06/2025) siang. Trifan, bersama dua sahabat karibnya, Yoga Saputra (15) dan Reza, memutuskan menghabiskan waktu luang dengan bermain dan mandi di Pantai Konang.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Bupati Trenggalek Mas Ipin "Tersandra" di Arab Saudi

Bagi ketiga remaja warga Desa Petung, Kecamatan Dongko ini, Pantai Konang mungkin tampak seperti surga, tempat di mana riang tawa bisa bercampur dengan deburan ombak. Namun, siapa sangka, hari itu adalah titik balik bagi Trifan.

Menurut penuturan Kapolsek Panggul, AKP Andi Salbi, kondisi laut saat itu tidak seberteman kelihatannya. “Korban bersama teman-temannya mandi di laut. Saat itu arus laut cukup besar, dan lokasi mereka bermain berada di dekat palung laut,” jelas AKP Andi Salbi.

Baca Juga: Batu Raksasa Setara Truk Longsor dari Tepi Gunung, Tutup Jalur Trenggalek Ponorogo

Bahaya itu nyata. Sekejap mata, Trifan dan Yoga terseret arus kuat, ditarik ke tengah lautan yang entah mengapa tiba-tiba terasa begitu buas.

Ketika Ombak Merenggut Asa; Kisah Tragis Trifan di Balik Indahnya Pantai Konang

Jerit Minta Tolong dan Respon Cepat Warga

Reza, yang kebetulan berada lebih di tepi, menyaksikan detik-detik mengerikan itu. Panik, ia segera berteriak meminta pertolongan. Suaranya memecah keheningan pantai, menarik perhatian seorang warga bernama Edi Siswanto. Tanpa buang waktu, Edi segera menggalang bantuan dari warga sekitar. Kepala Dusun Sukorejo, Sumarno, dan Yuliar Sanjaya pun ikut terjun, bahu-membuahu dalam upaya penyelamatan yang mendebarkan.

Berkat kesigapan warga, Yoga Saputra berhasil ditarik dari cengkeraman ombak. Meskipun syok dan lemas, nyawanya terselamatkan dan ia segera dilarikan ke Klinik Dewasaka untuk mendapatkan perawatan. Namun, satu nama masih belum ditemukan: Trifan Deva Saputra. “Namun satu korban lainnya, Trifan Deva Saputra, belum ditemukan sampai sekarang,” tambah AKP Andi Salbi pada Minggu malam itu, menyisakan kekhawatiran yang mendalam.

Informasi dari saksi menyebutkan bahwa Trifan diduga tidak memiliki kemampuan berenang, sebuah fakta yang membuat proses pencarian semakin sulit. Terlebih, ia terseret tepat di bagian palung laut, sebuah cekungan dalam yang bisa menjadi perangkap mematikan bagi siapa saja yang tak mengenali medannya.

Pencarian Tiga Hari dan Penemuan yang Penuh Haru

Selama dua hari berikutnya, suasana di sekitar Pantai Konang dipenuhi ketegangan. Tim SAR gabungan, yang terdiri dari kepolisian, BPBD, dan masyarakat, tak kenal lelah menyisir setiap jengkal perairan. Helikopter patroli laut mungkin tak terlihat, tetapi semangat solidaritas warga dan tim penyelamat begitu terasa di darat dan di atas perahu.

Titik terang, atau lebih tepatnya titik akhir pencarian, datang pada Selasa pagi. Komandan Tim Operasi SAR, Nuryono, mengumumkan penemuan yang dinanti sekaligus ditakuti.

“Pukul 07.04 WIB kami mendapat informasi dari nelayan bahwa ditemukan satu jenazah yang diduga kuat adalah korban,” ujar Nuryono. Jasad Trifan ditemukan sekitar tiga kilometer dari lokasi awal kejadian, di koordinat 8°16’24.0″ S dan 111°27’07.4″ E.

Pada pukul 08.35 WIB, setelah upaya evakuasi yang hati-hati, jenazah Trifan berhasil ditarik ke darat. “Jenazah dievakuasi bersama nelayan sekitar dan dinyatakan meninggal dunia (MD). Korban langsung kami bawa ke RSUD Panggul untuk penanganan lebih lanjut,” kata Nuryono. Sebuah *debriefing* singkat dilakukan pukul 09.00 WIB, menandai resminya penutupan operasi SAR. Seluruh elemen yang terlibat kembali ke satuannya masing-masing, membawa serta pengalaman pahit namun berharga.

Kisah Trifan di Pantai Konang ini adalah pengingat yang kuat. Bahwa di balik pesona alam, selalu ada risiko yang mengintai. Pentingnya kewaspadaan, pengetahuan tentang kondisi laut, dan kemampuan berenang menjadi pelajaran berharga yang harus diresapi oleh setiap pengunjung pantai, demi mencegah terulangnya kecelakaan laut serupa di masa depan.