Langkah ini menunjukkan sisi teknokratis Mas Dhito. Ia tidak ingin jajarannya bekerja hanya berdasarkan asumsi atau pola kerja lama yang tidak terukur. Melalui inisiatif Satu Data ini, ia ingin setiap OPD memiliki standar pengelolaan data yang baku dan mutakhir.
Data yang solid akan memudahkan pemetaan masalah, mulai dari kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur, sehingga setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan pemerintah daerah benar-benar memberikan nilai tambah bagi rakyat.
Baca Juga: DKPP Intensifkan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban Di Kabupaten Kediri Jelang Idul Adha
Mas Dhito juga menekankan bahwa pentingnya data sektoral juga merupakan bentuk tanggung jawab kepada warga. Dengan sistem data yang baik, pelayanan publik dapat disederhanakan dan lebih mudah diakses.
Ia mendorong jajarannya untuk terus berinovasi dalam digitalisasi data, sehingga informasi yang dibutuhkan masyarakat maupun pihak eksternal dapat diakses dengan mudah sesuai koridor hukum yang berlaku.
Baca Juga: Mengurai Fakta Video Viral Dugaan Fee Proyek Koperasi Merah Putih Kediri, ASN Pemkab dengan TNI
Keberhasilan dalam mengelola data ini menjadi bagian dari upaya Mas Dhito untuk membawa birokrasi di Kabupaten Kediri menjadi lebih lincah dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ia meyakini bahwa di masa depan, penguasaan data akan menjadi penentu daya saing daerah.
Dengan fondasi data yang kuat, Mas Dhito optimistis pemerintahannya akan lebih siap dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks di masa mendatang.












