Ketegangan geopolitik global telah menjadi pendorong utama kenaikan harga nikel Indonesia, yang melonjak dari US12.000 menjadi US18.000. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyoroti potensi pemanfaatan situasi ini oleh pemerintah Indonesia untuk meraih keuntungan ekonomi yang lebih besar.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Kenaikan Harga Nikel Indonesia Terkuak! Dampak Ketegangan Global Mengejutkan!
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa ketegangan geopolitik global memiliki dampak signifikan terhadap kenaikan harga nikel Indonesia.
Airlangga menjelaskan bahwa harga nikel telah meningkat dari US12.000 menjadi US18.000 sebagai akibat dari ketegangan geopolitik global yang terjadi. Menurutnya, situasi ini dapat menjadi peluang bagi pemerintah Indonesia.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Dalam sebuah acara seminar ekonomi yang diadakan di Sport Hall Kolase pada Sabtu (11/5/2024), Airlangga menyampaikan, “Dengan adanya sedikit ketegangan, harga nikel telah melonjak dari US12.000 menjadi US18.000. Sebenarnya, Indonesia dapat memanfaatkan ketegangan-ketegangan tersebut.”












