“(Meninggal) karena terinjak-injak. Memang napas sesak karena terinjak-injak,” ungkapkan Wiyanto.
Dalam pada itu, sekitar 191 seseorang masih dirawat di dalam rumah sakit. Mereka alami luka-luka. “Sekitar 191 orang yang lain beberapa luka dan masih dirawat,” kata Wiyanto Wijoyo.
Baca Juga: Ketua DPRD Magetan Suratno Tersangka Kasus Korupsi Dana Pokir Ratusan Miliar
Jumlah mayat yang belum terdeteksi semakin bertambah sampai 25 orang, dari awal sebelumnya 17 orang. Angka itu disebutkan menyusut dan lebih bagus dari sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Wiyanto Wijoyo menjelaskan, mayat itu tengah dideteksi di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang dan beberapa rumah sakit lain.
Baca Juga: Skandal Korupsi Dana Pokir DPRD Magetan Seret Sang Ketua Menuju Jeruji Besi
“Mayat yang belum terdeteksi sekitaran 25 orang,” kata Wiyanto, Minggu (2/10) siang.
Wiyanto menyebutkan banyak keluarga yang mulai cari mayat anggota keluarganya yang turut melihat laga BRI Liga 1 di antara Arema dengan Persebaya itu. “(Angka ini) menurun. Banyak keluarga yang cari,” lanjut Wiyanto Wijoyo.












