Sektor pelayanan dasar lain yang tak luput dari perhatian adalah kesehatan, khususnya penanganan stunting. Bupati Hanindhito mendorong agar angka stunting di Kabupaten Kediri, yang saat ini berada di angka 7 persen, dapat ditekan hingga zero digit, bahkan zero growth stunting. “Ini semua berkaitan, kalau stunting tidak diselesaikan, kalau anak putus sekolah tidak diselesaikan maka ini akan menyumbang angka kemiskinan. Maka semua OPD saya minta untuk dapat bekerja bersama,” imbuhnya.
Selain fokus pada kemiskinan ekstrem dan stunting, isu pengangguran terbuka juga menjadi perhatian serius. Meskipun angka pengangguran terbuka di Kabupaten Kediri menunjukkan penurunan dari 5,24 persen (2020) menjadi 5,1 persen (2024), Bupati Hanindhito menekankan perlunya kerja sama lintas sektor untuk mengatasi persoalan ini.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam Musrenbang, mulai dari anggota DPRD, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tim Penggerak PKK, hingga instansi vertikal, diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menangani berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Kediri. “Saya harap ini bisa menjadi langkah bagi kami bersama untuk merajut lima tahun ke depan kabupaten ini tetap menjadi kabupaten yang memberikan ruang bagi mereka yang tadinya miskin menjadi keluarga mampu,” pungkas Bupati Hanindhito, menyiratkan optimisme akan masa depan Kabupaten Kediri yang lebih sejahtera.












