Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Kemiskinan Ekstrem Jadi Prioritas Utama Pembangunan Kediri Lima Tahun ke Depan

Avatar
×

Kemiskinan Ekstrem Jadi Prioritas Utama Pembangunan Kediri Lima Tahun ke Depan

Sebarkan artikel ini
Kemiskinan Ekstrem Jadi Prioritas Utama Pembangunan Kediri Lima Tahun ke Depan

Kediri, Memo
Membidik pengentasan kemiskinan ekstrem sebagai prioritas utama dalam rencana pembangunan lima tahun mendatang, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Musrenbang RPJMD 2025-2029 menegaskan komitmen untuk menuntaskan akar permasalahan kemiskinan melalui fokus pada peningkatan pelayanan dasar, penanganan stunting, dan pengurangan angka pengangguran, seiring dengan tren penurunan angka kemiskinan yang telah tercapai.

Pemerintah Kabupaten Kediri mengarahkan bidikan tajamnya pada penanganan kemiskinan ekstrem sebagai agenda sentral dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025-2029. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, secara lantang menyerukan percepatan pengentasan kelompok masyarakat paling rentan tersebut, sembari memaparkan tren penurunan angka kemiskinan di wilayahnya.

Baca Juga: Askot PSSI Kota Kediri Halal Bil Halal!! Tomy Ari Wibowo Minta Sinergi Bareng Bangkitkan Sepakbola di Kota Tahu

Dalam forum yang digelar pada Selasa ([Tanggal Musrenbang Jika Diketahui]), Bupati Hanindhito mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2020-2024), Kabupaten Kediri berhasil menekan angka kemiskinan dari 11,40 persen menjadi 9,95 persen. Kendati demikian, ia menekankan perlunya identifikasi mendalam terhadap warga yang masuk kategori rentan, miskin, hingga miskin ekstrem untuk intervensi yang lebih efektif. “Saya minta diarsir, dan yang masuk kategori miskin ekstrem ini saya minta untuk segera diselesaikan,” ujarnya dengan nada tegas.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti krusialnya penuntasan isu-isu pelayanan dasar yang berkontribusi pada kemiskinan ekstrem. Ia mencontohkan sektor pendidikan, di mana upaya mengembalikan anak-anak putus sekolah menjadi prioritas. Data per 2 Mei 2025 menunjukkan dari 10.454 anak tidak bersekolah, sebanyak 5.427 anak telah berhasil dijangkau dan kembali ke bangku pendidikan. “Dari data itu, pemerintah masih mempunyai tugas agar 5.027 anak bisa menyusul kembali bersekolah,” tandasnya.

Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta