Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Kementerian PPN Rampungkan RKP 2025 dengan Strategi Perpajakan Efektif

Alfi Fida
×

Kementerian PPN Rampungkan RKP 2025 dengan Strategi Perpajakan Efektif

Sebarkan artikel ini
Kementerian PPN Rampungkan RKP 2025 dengan Strategi Perpajakan Efektif
Kementerian PPN Rampungkan RKP 2025 dengan Strategi Perpajakan Efektif

MEMO

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menyelesaikan draft awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 dengan fokus pada optimalisasi pendapatan negara melalui pembenahan administrasi dan pemungutan pajak yang lebih efektif.

Baca Juga: Beky Herdihansah Janji Perjuangkan Harga Telur Peternak Rakyat Blitar, Siap Surati Pemerintah Pusat

Meningkatkan Tax Ratio untuk Pembangunan Indonesia!

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menyelesaikan draft awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025. Dalam rencana tersebut, Bappenas juga memuat target rasio perpajakan atau tax ratio yang ditetapkan oleh Badan Otorita Penerimaan Negara sebagai bagian dari program kerja Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Dari dokumen RKP 2025, Bappenas menyebutkan bahwa optimalisasi pendapatan negara ditujukan untuk meningkatkan administrasi dan pemungutan pajak yang lebih efisien. Ini sesuai dengan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan dan optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Ketua DPRD Kota Blitar Serukan Semangat Berbagi

“Upaya untuk meningkatkan penerimaan perpajakan dilakukan guna mencapai target rasio penerimaan perpajakan sebesar 10,0-12,0% dari Produk Domestik Bruto,” seperti yang tertulis dalam dokumen RKP 2025 pada Selasa (23/4/2024).

Target tax ratio tersebut akan dicapai dengan berbagai cara, seperti peningkatan kelembagaan perpajakan melalui pembentukan Badan Otorita Penerimaan Negara. Badan tersebut diharapkan dapat meningkatkan tax ratio, sehingga APBN dapat mengalokasikan anggaran yang memadai untuk pembangunan demi mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Bukan Cuma Ngaji Kitab Kuning MUI Tekankan Urgensi Digitalisasi Pesantren Dan Teknologi Santri Era Kecerdasan Buatan