Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
KEDIRI RAYA

Kediri Berkolaborasi Menuju 2030 Bebas ATM: Lintas Sektor Bersatu, Lawan Stigma Demi Eliminasi TBC, AIDS, dan Malaria

A. Daroini
×

Kediri Berkolaborasi Menuju 2030 Bebas ATM: Lintas Sektor Bersatu, Lawan Stigma Demi Eliminasi TBC, AIDS, dan Malaria

Sebarkan artikel ini
Kediri Berkolaborasi Menuju 2030 Bebas ATM

KEDIRI, MEMO
– Pemerintah Kota Kediri menegaskan komitmennya untuk mencapai target eliminasi penyakit menular serius: AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria (ATM) pada tahun 2030. Sebagai langkah strategis, Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar pertemuan penguatan forum kemitraan pencegahan dan penanggulangan ATM di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri, Rabu (18/7).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Muh. Fajri Mubasysyir, menjelaskan bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan ATM ini sangat membutuhkan peran serta lintas sektor yang solid. Hal ini sejalan dengan amanat Perpres Nomor 67 Tahun 2021 tentang strategi nasional eliminasi Tuberkulosis.

Baca Juga: Perkemahan Wirakarya Jatim 2026 Hadir di Kediri Pramuka Lakukan Renovasi Tiga Rumah Warga

“Kita harus meningkatkan jejaring dan kemitraan serta kolaborasi agar ATM ini bisa kita tanggulangi bersama sehingga eliminasi TBC Tahun 2030 bisa terealisasi,” jelas dr. Fajri, menyuarakan optimisme.

Dinkes Kota Kediri mencatat data kumulatif kasus ATM hingga triwulan I Tahun 2025. Kasus HIV/AIDS tercatat sebanyak 2.780 penderita (2.247 HIV dan 533 AIDS), TB sebanyak 393 penderita, dan kasus malaria tercatat 1 penderita (kasus impor dari luar Kota Kediri).

Baca Juga: Vonis Empat Tahun Penjara bagi Penganiaya Balita di Ngronggo Kediri Ini Alasan Hakim

Meskipun layanan kesehatan sudah memadai—hampir semua rumah sakit dan puskesmas telah membuka layanan Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) HIV/AIDS, serta pengobatan TB dan Malaria—tantangan besar masih menghadang, yaitu stigma negatif terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV) di Kota Kediri. Stigma ini membuat belum semua ODHIV yang terdeteksi bersedia memulai pengobatan ARV.

“Sudah hampir semua rumah sakit di Kota Kediri ada layanan pengobatan HIV/AIDS. Sehingga jika ada temuan penderita yang positif bisa langsung ditindaklanjuti dan kita ajak melakukan pengobatan,” tambah dr. Fajri.

Baca Juga: Aturan Baru Pilkades Kediri 2026 Akomodasi Calon Tunggal Bumbung Kosong Bisa Menang

Untuk menjawab tantangan ini, Dinkes telah merancang strategi penanganan yang komprehensif. Fokus utamanya adalah kolaborasi dan pembangunan jejaring dengan komunitas serta kader kesehatan.

Dr. Fajri berharap, pertemuan ini menjadi pemicu motivasi untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Dengan semangat persatuan dan kepedulian, eliminasi penyakit ATM di Kota Kediri pada tahun 2030 diyakini dapat terwujud, menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan bebas dari diskriminasi.