Ia mengutip data dari Mastercard Economics Institute tahun 2023, yang menunjukkan bahwa pada tahun 2022, wisatawan Indonesia menghabiskan rata-rata USD 1.200 per perjalanan ke luar negeri. Dengan kondisi depresiasi Rupiah yang terus berlanjut, angka tersebut berpotensi meningkat drastis.
“Ini menjadi sinyal penting bahwa wisata domestik harus menjadi prioritas, bukan hanya sebagai alternatif semata,” tegas Novita.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa krisis bukanlah alasan untuk stagnasi, melainkan sebuah peluang untuk melahirkan inovasi.
“Pemerintah harus memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kebijakan fiskal, memberikan insentif bagi pengembangan destinasi lokal, serta menjaga kepercayaan investor di sektor pariwisata,” pungkas Novita.
Baca Juga: Sah!! Ahmad Baharuddin Wabup Resmi Dapat SK PLT Bupati Tulungagung












