Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Peristiwa Hukum

Kalap Nekat Bunuh Istri Karena Sakit Hati Dimarahi dan Disepelekan

A. Daroini
×

Kalap Nekat Bunuh Istri Karena Sakit Hati Dimarahi dan Disepelekan

Sebarkan artikel ini
Ini Motif Suami Bunuh Istri Sedang Hamil Menggunakan Bantal Pernikahan
Ini Motif Suami Bunuh Istri Sedang Hamil Menggunakan Bantal Pernikahan

Surabaya, Memo |

Bunuh Istri Karena Sakit Hati. Gara gara sakit hati sering dimarahi oleh sitri sendiri, Jonu Pranoto ( 23) nekat membunuh istrinya dengan cara mencekik dan membekap mulud dengan bantal hingga tak bisa bernapas. Selain sering dimarahi, dia juga sering disepelekan hingga harga dirinya terinjak injak.

Aksi nekat Johny Pranoto Kasum (23) nekat membunuh istrinya Putri Ima Carmelia Sandy (25), bermula saat keduanya cek cok di rumahnya. Namun, karena tidak tahan dengan ucapan istrinya sendiri, dia kalap dan nekat melakukan kekerasan terhadap istrinya tersebut.

Cek Cok Lagi, Istrinya Ngamuk dan Perlakukan Kasar, Suaminya Nekat Membunuh dan Mayat Dibungkus Selimut, Jasat Dibuang

Dalam kondisi hamil lima bulan, Putri Ima Carmelia Sandy (25), sering uring uringan. Terakhir, pasangan suami istri tersebut terlibat perang mulut lantaran ada masalah keluarga. BUkan diselesaikan baik baik dengan kepala dingin, namun, keduanya terlibat cek cok.

“Sering cekcok dan pernah juga saya dikatai. Istri saya gak menghargai saya sebagi suami dan memerintah dengan kata kasar,” jelas pelaku kepada jurnalis saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (23/4/2021).

Karena kalap, Johny Pranoto Kasum nekat membunuh istriya dengan fara mendekap mulutnya dengan bantal. Sambil mulutnya disekap, laki laki itu mencekik istrinya. Usai mencekik, lelaki ini masih kebingungan untuk memperlakukan jenasah istrinya yang hamil 5 bulan ini. Walhasil sembari mencari ide, sang istri pun dibungkus menggunakan selimut tebal.

Janin Kluar dari Perut

Setelah tidak bernyawa dan dibiarkan selama 24 jam, janin yang berada daalm jasat istrinya itu, keluar. Ketuban pecah dan darah mengalir dari perutnya. Setelah menginjak hari kedua, akhirnya bau busuk sukup menyengat hidung . Karena bingung itulah, dia minta bnatuan teman akrabnya.

Bahkan rekan pelaku yang membantu sempat muntah karena tak kuat menghirup bau busuk tersebut. Meski tau jika hendak membuang jenazah, tetangga pelaku tetap mengikuti perintah pelaku untuk mengangkat korban ini.

Pinjam Motor Toda 3

Tersangka akhirnya pinjam motor roda tiga. “Usai hari kedua jenasah istri mulai mengeluarkan bau. Selanjutnya saya pinjam motor roda tiga milik teman saya. Bersama tetangga saya Bang Tagor, jenasah saya keluarkan siang hari untuk saya buang,” lanjutnya.

Selesai jenasah terletak di atas motor roda 3 warna hijau yang dipinjam. Pelaku juga berjalan- jalan mencari tempat yang nyaman buat membuang jenasah istrinya. Sampai akhirnya, nyampai di bagian timur Masjid Agung persisnya sekeliling kantor PBNU Jatim, pelaku berani membuang jenasah itu.

Walaupun siang bolong, tersangka berterus terang tidak ada yang berprasangka serta bertanya ke pelaku lagi membuang apa. Oleh karena itu tersangka juga secepatnya bisa mengangkut jenasah serta membuangnya ke komplek tanah kosong sisi kantor PBNU Jstim itu.

Jenasah Dibuang Sudah Empat Hari

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahardian menarangkan, temuan jenasah pembantaian ini dari informasi masyarakat. Disangka jenazah telah tewas 4 hari setelah ditemukan jenasah itu.“ Usai dapat informasi tim langsung beranjak serta mencari ketahui idntitas korban,” jelasnya.

habis identitas didapat, aparat mencari tahu keberadaan rumah tinggal korban. Berikutnya aparat mencari suami korban sebab aparat menginginkan data lebih lanjut. Sampai kesimpulannya si suami diperiksa dan awalnya suami korban ini tidak mengakui bila membunuh istrinya.

Suami membunuh istrinya sendiri itu, membuah heboh warga Surabaya. pasalnya, pasangan muda tersebut akan memiliki bayi. Istrinya hamil 5 bulan. Namun, karena pasangan tersebut sering cek cok, pertikaian keduanya berakhir selamanya. ( ed )

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini