Dalam pandangannya, pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan kebijakan-kebijakan yang efektif dalam meningkatkan daya beli masyarakat. “Stimulus ekonomi dari pemerintah perlu ditingkatkan agar konsumsi rumah tangga masyarakat tetap terjaga kestabilannya,” imbuh Sarman.
Di sisi lain, Sarman mengakui bahwa pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang bertujuan untuk mendorong konsumsi selama libur Lebaran. Menurutnya, insentif seperti diskon perjalanan, pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), dan berbagai program bantuan sosial memiliki peran penting dalam mendorong masyarakat untuk berbelanja.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan konsumsi rumah tangga agar target pertumbuhan ekonomi nasional tetap dapat tercapai. Sarman berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 dapat berada dalam kisaran 5,1 hingga 5,2 persen.












