NGANJUK, MEMO – Sudah lazim dilakukan oleh sebagian besar kelompok golongan atau perorangan untuk mencapai sesuatu yang berbau kedudukan atau jabatan, maka 1001 cara akan ditempuh. Walaupun terkadang harus nyimpang dari garis aturan.
Edisi memo co.id kali ini mengangkat keterangan sejumlah nara sumber seputar ” proyek fisik untuk alat politik”.
Baca Juga: Pengaburan Status Jalan Umum Di Desa Betet Akhirnya Terkuak, Begini Reaksi Warga......
Sebut saja ” Mr. X ” kepada wartawan memo.co.id mengulas dan diskusi panjang tentang isu politik jelang bursa Pilkades 2027 di Desa Nglawak Kecamatan Kertosono.
Mr.X tanpa basa basi menyebut ada tiga nama yang akan maju mencalonkan kepala desa Nglawak di bursa pilkades
2027 mendatang.
Baca Juga: Safari Kemanusiaan AWN Belum Berakhir, Hari Ini Bagikan Santunan Untuk 20 Yatim Piatu Di Brebek
Ketiga nama tersebut disebit Mr.X diantaranya adalah Incumbent ( MRY), perangkat desa ( KSM) dan satu lagi dari tokoh masyarakat juga seorang aktifis LSM ( IWT).
Dari ketiga nama tersebut menurut keterangan Mr.X hanya satu yang agresif dan aktif terjun ke masyarakat. Di istilahkan oleh Mr X sibuk mencari panggung. Tidak lain hanya untuk mencari pamor dan simpati masyarakat.
Baca Juga: Team Baksos AWN Jadi Burbershop Dadakan, Tiga ODGJ Jalanan Dicukur Rapi
Gebrakan dan spekulasi politik KSM tergolong berani. Sudah beberapa pekan terakhir ini KSM bersama tim militannya terdiri dari BPD dan rekanan telah membangun jalan usaha tani ( JUT) di bantaran sungai afur yang lokasinya berada di Dusun Bogo Desa Nglawak .
Menurut pengakuan Mr.X anggaran pembangunan jalan usaha tani tersebut nilainya cukup fantastis yaitu sebesar Rp 300 juta bersumber dari Bantuan Khusus ( BK ) Propinsi Jawa Timur di tahun anggaran 2025 .
Namun di luar dugaan, ternyata uang BK tersebut dikabarkan sampai sekarang belum turun. Tapi KSM tetap nekat mengerjakan jalan usaha tani tersebut. Artinya menggunakan dana talangan.
” Memang bantuan keuangan belum turun. Karena ini desakan petani untuk sementara pakai dana talangan dulu dari rekanan,” jelas KSM saat ditemui di balai desa nglawak hari ini ( Kamis, 24/07/2025).
Yang mengejutkan lagi masih kata Mr.X ternyata KSM tidak mengantongi SK Pelaksana Kegiatan ( PK) dari kades. Tapi anehnya bisa mendominasi kegiatan tersebut ( jalan usaha tani,red).
Dan lebih anehnya lagi dua anggota BPD juga dilibatkan menangani proyek tersebut meskipun legalitasnya belum jelas. Karena dilokasi pekerjaan tidak terpasang papan proyek.
Keanehan dan keunikan apa saja dibalik pengerjaan pembangunan jalan usaha tani tersebut, Mr.X berjanji akan memberikan informasi lanjutan. ( Adi)












