Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
NGANJUK

Jelang Lebaran, Protes Jalan Rusak Jadi Trend Publik , Dinas PUPR Kewalahan Terima Laporan

Mulyadi Memo
×

Jelang Lebaran, Protes Jalan Rusak Jadi Trend Publik , Dinas PUPR Kewalahan Terima Laporan

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Protes jalan rusak di sejumlah desa di wilayah kecamatan di Kabupaten Nganjuk terus bermunculan.

Usai viral munculnya aksi penanaman puluhan pohon pisang di ruas jalan poros oleh warga di Dusun Miren Desa Sidoharjo Kecamatan Tanjunganom beberapa hari yang lalu, kini menyusul aksi protes dengan tema yang sama yaitu menyoal 10 tahun jalan rusak parah ditelantarkan oleh daerah.

Baca Juga: Di Lingkungan Keluarga Dan Sekolah , Pelaku Pembacokan Dikenal Anak Pendiam Dan Tertutup, Benarkah Demikian ?, Ini Faktanya....

Bedanya, untuk aksi protes yang di sampaikan warga Dusun Bandung Desa Betet Kecamatan Ngronggot tidak se ekstrem aksi warga di Desa Sidoharjo ,Tanjunganom.

Bentuk aksi warga Betet tergolong ilegan dan santun. Cukup memasang banner yang dipasang di pintu masuk jalan berisi kalimat sindiran. Diantaranya ” ATI ATI DALANE RUSAK , ORA DIDANDANI,ORA DIGABRES, TERUS MELU SOPO “.

Baca Juga: Hanya Hitungan Jam, Pelaku Pembacokan Sonobekel Berhasil Diringkus Tim Satresmob Macan Wilis Polres Nganjuk Di Mojokerto

” Perkiraan sudah sepuluh tahun lebih jalan ini rusak sampai sekarang belum pernah diperbaiki,” ujar Suyatno salah satu warga saat berhasil diwawancarai di lokasi jalan rusak hari ini ( Rabu,25/02/2026).

Padahal, dijelaskan pula oleh Suyatno sudah berulangkali warga melalui pemerintahan desa membuat laporan dan pengaduan ke dinas PUPR. Tapi sampai sekarang belum ada tanggapan.

Baca Juga: Asmara Berdarah Di Malam Jumat Kliwon , Jembatan Widas Sonobekel Jadi Saksi Bisu.....

” Insiden kecelakaan tidak hanya dialami oleh anak anak sekolah saja, tapi pengguna jalan umum juga sering terperosok ke lobang jalan yang digenangi air hujan. Permintaan warga sebelum lebaran harus sudah jadi,”jelas Suyatno juga.

Hal senada disampaikan Sutrisno warga setempat kepada wartawan memo.co.id titip pesan jika ada perbaikan jalan seyogyanya badan jalan lebih tinggi dari saluran pembuangan air ( drainase).

* Itu bertujuan untuk menjaga mutu jalan agar tidak cepat rusak karena tergenang air hujan.Air hujan harus bisa langsung terbuang lewat drainase,” harap Sutrisno.

Di tempat terpisah disampaikan salah satu nara sumber dari dinas PUPR yang enggan namanya di publish menjelaskan dinas Sampek kewalahan menerima banyaknya laporan jalan rusak dari desa.

” Apalagi jelang Lebaran seperti ini laporan masuk by surat atau pesan melalui WhatsApp bertubi tubi,” ujar Nara sumber.(Adi)