“Fasilitas ini menegaskan komitmen kami pada pilar keberlanjutan, khususnya dalam mengubah limbah peternakan menjadi energi baru terbarukan yang memberi nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” jelas Akhil.
Fasilitas ini menggunakan teknologi biodigester untuk mengolah limbah menjadi gas metana, dengan rata-rata produksi harian mencapai 7.200 meter kubik. Gas metana ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik hingga 15.800 kilowatt-jam per hari, serta dikompresi menjadi gas cair bernilai tinggi.
Baca Juga: Regenerasi Menguat, Muscab X PPP Kota Blitar Bidik Lonjakan Kursi 2029
General Manager Farm Greenfields, Richard A. Slaney, menambahkan bahwa sistem biogas yang dibangun selama hampir dua tahun ini telah dirancang sesuai standar baku mutu limbah terbaru, serta membuka peluang dalam sektor energi, seperti pembangkit listrik dan perdagangan karbon.
“Fasilitas ini juga mengolah limbah menjadi pupuk organik cair yang digunakan untuk tanaman rumput odot sebagai pakan ternak. Selain itu, juga dimanfaatkan untuk budidaya tanaman kopi di sekitar peternakan, sehingga meningkatkan nilai jual kopi lokal dengan sertifikasi organik,” pungkas Richard.
Dengan peresmian ini, Greenfields Indonesia menunjukkan keseriusannya dalam memimpin praktik agribisnis berkelanjutan dan mendukung agenda energi hijau di Indonesia.












