Langkah ini, menurut Shinta, sedang dijajaki, termasuk untuk produk-produk lain seperti gandum dan jagung. Selain itu, hambatan non-tarif yang diterapkan Indonesia, khususnya untuk produk informasi dan teknologi dari AS, juga menjadi perhatian.
“Identifikasi produk perlu segera dilakukan. Kami ingin memastikan bahwa tantangan tarif ini tidak akan menghambat ekspor produk Indonesia ke Amerika,” tegas Shinta.
Di samping itu, Apindo juga memberikan masukan mengenai potensi kerja sama impor dari AS, terutama untuk produk-produk yang kapasitasnya masih dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha.
Peningkatan impor dari AS, tambah Shinta, juga dapat dilakukan melalui pergeseran impor. “Selama ini, kita banyak mengimpor kapas dari Eropa. Mungkin sebagian impor tersebut dapat dialihkan untuk meningkatkan impor kapas dari AS,” pungkas Shinta.
Baca Juga: Sah!! Ahmad Baharuddin Wabup Resmi Dapat SK PLT Bupati Tulungagung












