” Selain dangkal juga pemasangan U – ditch beton kurang panjang. Sehingga air hujan tidak bisa terbuang langsung ke sungai apur, ” jelas Marsun.
Dengan kondisi itu masih kata Marsun, pihak pemdes sudah berulangkali mengusulkan lewat Musrenbang namun belum di ACC.
” Luapan air dari drainase tidak hanya meluber ke jalan saja, namun juga masuk ke rumah rumah penduduk di sekitar pasar krempyeng Sambikenceng , Katerban,” ucapnya juga.

Baca Juga: 6 Tahun Jalan Desa Jeblok, Warga Tempel Nekat Gelar Aksi Tanam Ratusan Pohon Pisang Di Jalan
Sampai berita ini ditulis akibat banjir kondisi pasar hari ini ( Rabu,22/10/2025) jadi sepi pembeli.Ketinggian air hujan yang mengggenangi jalan poros tersebut masih setinggi betis orang dewasa. ( Adi)












