Jika benar-benar terjadi wabah LSD, ini berpotensi membuat pemerintah Australia harus menghentikan sementara ekspor daging dan susu hewan. Dampaknya diperkirakan dapat merugikan negara hingga lebih dari 7 miliar dolar Australia dalam jangka waktu 12 bulan.
Meskipun Malaysia bukanlah pasar ekspor ternak Australia yang besar, tetapi masih memiliki peran penting. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata 20.000 ekor ternak diekspor ke Malaysia setiap tahunnya. Malaysia biasanya mengimpor sapi untuk keperluan penyembelihan dari bagian utara Australia, serta sapi peternak dari wilayah selatan negara tersebut.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Dampak Penangguhan Impor Ternak Australia oleh Malaysia dan Indonesia
Secara keseluruhan, langkah tegas Malaysia dan Indonesia dalam menunda impor ternak hidup dari Australia menggambarkan betapa pentingnya keselamatan hewan dan ketahanan pangan di tengah dunia yang semakin terhubung secara global.
Keputusan ini juga menjadi panggilan bagi Australia untuk memastikan keamanan dan kesehatan hewan ternaknya, serta menjaga kemitraan yang kuat dalam perdagangan ternak internasional.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum












