AKP Chelvin menegaskan bahwa Operasi Patuh Semeru tahun ini mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif. Masyarakat diimbau untuk tidak melihat operasi ini semata sebagai penindakan, melainkan sebagai upaya bersama membangun budaya tertib berlalu lintas.
“Operasi ini bukan hanya soal menilang, tapi bagaimana menumbuhkan kesadaran kolektif. Kami tidak ingin pelanggaran kecil berujung pada kecelakaan yang bisa merenggut nyawa,” tegasnya.
Selain menindak, petugas juga aktif memberikan edukasi langsung di lapangan. Pendekatan humanis dinilai efektif menyentuh sisi kesadaran masyarakat. Banyak pengendara, kata Chelvin, menerima teguran secara positif karena memang tidak menyadari bahwa tindakan mereka merupakan pelanggaran.
“Respons masyarakat cukup baik. Kami bangun komunikasi yang ramah agar edukasi lebih mengena,” imbuhnya.
Operasi Patuh Semeru 2025 akan berlangsung hingga 27 Juli mendatang. Satlantas Polres Malang terus mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk mematuhi rambu, melengkapi dokumen kendaraan, serta selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.












