Menurutnya, jika pemilih hanya memilih tanpa pertimbangan yang mendalam, hal itu sama saja dengan menyerahkan kendali kepada pilihan yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Haedar menjelaskan bahwa dalam setiap kontestasi politik, ada pihak yang akan menjadi pemenang. Tetapi, menurutnya, yang lebih penting bukan hanya soal siapa yang menang, tetapi apa yang akan dilakukan setelah menang.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Dia mendorong agar pemilih memastikan bahwa pemimpin yang terpilih memiliki gagasan dan rencana nyata setelah terpilih, karena hal tersebut berkaitan dengan masa depan seluruh rakyat Indonesia.
Haedar menekankan pentingnya pemimpin yang memiliki visi jelas setelah memenangkan kontestasi, bukan sekadar memiliki janji-janji kosong atau harapan palsu yang tak berujung pada tindakan konkret.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Haedar Nashir: Transformasi Capres-Cawapres Menuju Negarawan dan Tuntutan Visi Nyata bagi Pemimpin Terpilih
Haedar Nashir, melalui refleksi akhir tahun, menggugah kesadaran akan substansi debat capres-cawapres. Poin utamanya adalah pemahaman mendalam terhadap tema dan peran pemenang sebagai pemimpin negarawan.
Haedar menekankan bahwa keberhasilan bukan semata pada kemenangan debat, tetapi pada transformasi pemimpin yang membawa visi nyata bagi negara. Dia mengecam pendekatan pragmatis dan oportunis dalam pemilihan, meminta pemilih untuk memastikan pemimpin terpilih memiliki gagasan konkret pasca-kemenangan.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Haedar menyoroti risiko janji kosong dan harapan palsu, mendorong masyarakat untuk menuntut pemimpin dengan visi yang nyata dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.












