Lebih lanjut, Gus Tamim menyampaikan bahwa gerakan menanam di lingkungan rumah menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Ia berharap partisipasi masyarakat dapat menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Harapan kami, dengan gerakan menanam tanaman ketahanan pangan di lingkungan rumah, maka kesehatan dan kesejahteraan masyarakat akan selalu terjaga. Dengan cara ini, gerakan Indonesia menjaga ketahanan pangan nasional bisa benar-benar terwujud,” ujarnya.
Baca Juga: Pansus LKPJ Minta Parkir RSUD Mardi Waluyo Gratis untuk Ringankan Pasien
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program pemberdayaan pertanian berbasis rumah tangga di Kabupaten Blitar. Menurutnya, kolaborasi antara legislatif, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting agar program berjalan optimal.
“Kami akan terus mendorong program-program serupa demi kesejahteraan masyarakat Blitar. Sinergi antar pemangku kepentingan penting agar program ini berjalan optimal,” pungkasnya.
Baca Juga: Bonus Emas Disiapkan, Atlet Blitar Dipacu Tampil Maksimal di Porprov Jatim
Sementara itu, kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Suparman (45), petani asal Kecamatan Sanankulon, mengaku termotivasi setelah mengikuti sosialisasi tersebut.
“Materinya mudah dipahami. Kami jadi tahu bagaimana membuat greenhouse sederhana dan memilih bibit yang tepat. Semoga setelah ini bisa menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.
Baca Juga: Dugaan “Main Mata” Panitia Warnai Penjaringan PAW Desa Jambewangi
Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, hasil panen dari pekarangan juga dinilai memiliki potensi ekonomi apabila dikelola dan dipasarkan dengan baik.**












