Menyikapi kondisi ini, Sarjana mengimbau kepada seluruh masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas, pendakian, serta menjauhi area Kawah Malupang Warirang yang terletak di puncak Gunung Dukono. “Masyarakat diharap untuk menjaga jarak aman minimal 4 kilometer dari bibir kawah,” tegas Sarjana.
Fenomena letusan yang disertai semburan abu vulkanik ini terjadi secara periodik, dan penyebaran abu sangat dipengaruhi oleh arah serta kecepatan angin pada saat kejadian. Oleh karena itu, area yang terdampak sebaran abu bersifat dinamis dan tidak menetap.
Sarjana juga memberikan peringatan kepada masyarakat untuk senantiasa menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya abu vulkanik. Tercatat, sejak tahun 1930-an, Gunung Dukono menunjukkan aktivitas vulkanik yang berkelanjutan dengan erupsi-erupsi kecil yang sering terjadi.












