Langen Beksan atau yang akrab disebut dengan Tayub adalah salah satu seni tari tradisional yang merupakan kekayaan budaya yang mengandung nilai-nilai luhur dan filosofi kehidupan.
“Melalui Festival ini, diharapkan tidak hanya bisa menghibur masyarakat , tetapi juga untuk mengenalkan kepada generasi muda sehingga warisan budaya nenek moyang ini dapat dilestarikan,” ujar Rijanto.
Baca Juga: Pimpinan SMSI dan JAM Intel Kejagung Bahas Sinergi Bersama ABPEDNAS
Bahkan, Rijanto berencana akan mengundang 25 paguyuban tari peserta acara ini, untuk tampil dalam Pisowanan Ageng yang merupakan puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-701.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar Suhendro Winarso diakhir acara. “Nanti kita juga akan berikan piagam dan sertifikat untuk semuanya,” pungkasnya. **
Baca Juga: Menang jadi Ketua KONI Kota Blitar, Samanhudi Sentil Dugaan “Cawe-Cawe” Pemkot
Baca Juga: Didemo MAKI dan Aktivis, Pencalonan Eks Napi Korupsi Ketua KONI Kota Blitar Tuai Penolakan Keras












