Langen Beksan atau yang akrab disebut dengan Tayub adalah salah satu seni tari tradisional yang merupakan kekayaan budaya yang mengandung nilai-nilai luhur dan filosofi kehidupan.
“Melalui Festival ini, diharapkan tidak hanya bisa menghibur masyarakat , tetapi juga untuk mengenalkan kepada generasi muda sehingga warisan budaya nenek moyang ini dapat dilestarikan,” ujar Rijanto.
Baca Juga: Regenerasi Menguat, Muscab X PPP Kota Blitar Bidik Lonjakan Kursi 2029
Bahkan, Rijanto berencana akan mengundang 25 paguyuban tari peserta acara ini, untuk tampil dalam Pisowanan Ageng yang merupakan puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-701.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar Suhendro Winarso diakhir acara. “Nanti kita juga akan berikan piagam dan sertifikat untuk semuanya,” pungkasnya. **
Baca Juga: Jatmiko Pastikan Jaga Jarak dari Kekuasaan: “Saya Tidak Manfaatkan Posisi Keluarga”












