Perjuangan tersebut akan dilakukan dengan menggunakan cara-cara pendidikan dan metode yang mungkin tidak populer di kalangan masyarakat.
“Dicaci dan dibully adalah risiko yang kadang harus kita ambil dari sebuah pilihan, karena apa yang kita lakukan tidak selalu bisa memuaskan semua orang,” demikian bunyi keterangan dalam unggahan akun Instagram Ganjar pada Kamis (30/3).
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
Meskipun belum jelas apakah unggahan tersebut ditujukan sebagai respons terhadap kegagalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20, Ganjar dan Gubernur Bali Wayan Koster telah dihujat setelah menolak kehadiran tim nasional Israel di ajang tersebut.
Akibat penolakan tersebut, FIFA membatalkan acara drawing yang semula direncanakan pada akhir Maret di Bali. Akhirnya, organisasi sepak bola internasional itu membatalkan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Dalam situasi kontroversial terkait penolakan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20, Ganjar Pranowo menegaskan pentingnya mengambil risiko dari sebuah pilihan untuk memperjuangkan nilai-nilai toleransi dan melawan intoleransi.
Dalam menghadapi kritik dan hujatan dari masyarakat, Ganjar mengatakan bahwa perjuangan harus terus dilakukan dengan metode yang mungkin tidak populer di mata masyarakat dan risiko harus diambil sebagai konsekuensi dari pilihan yang diambil
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan












