Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Surabaya

Gagal Curi Motor, Pria di Surabaya Tewas Usai Jadi Bulan-bulanan Warga

A. Daroini
×

Gagal Curi Motor, Pria di Surabaya Tewas Usai Jadi Bulan-bulanan Warga

Sebarkan artikel ini
Gagal Curi Motor, Pria di Surabaya Tewas Usai Jadi Bulan-bulanan Warga

Memo, Surabaya — Nasib tragis menimpa seorang pria berinisial SA (24) di Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya, pada Senin (17/8/2026). Ia dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka parah akibat diamuk massa yang memergoki aksinya saat mencoba melakukan pencurian sepeda motor di kawasan tersebut.

Aksi maling motor di Surabaya ini terjadi di siang hari ketika pelaku berusaha membobol kunci kontak sebuah sepeda motor Honda Beat. Namun, sebelum sempat membawa kabur kendaraan incarannya, warga sekitar memergoki tindakan tersebut dan langsung memberikan reaksi keras terhadap pelaku.

Petugas dari Polsek Wonokromo yang menerima laporan segera mengevakuasi SA ke RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso dalam kondisi kritis. Meski sempat mendapatkan perawatan intensif hingga Senin malam, nyawa SA tidak tertolong akibat pendarahan hebat serta luka dalam yang dideritanya.

Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, AKP Jodi Satya, mengonfirmasi bahwa SA dinyatakan meninggal dunia pada Senin pukul 21.51 WIB. “Benar, (terduga pelaku tewas saat perawatan). Luka luar dan dalam juga, Mas, sudah kritis pokoknya,” ungkap Jodi saat dikonfirmasi, Selasa (18/8/2026).

Menyusul kematian tersangka, pihak kepolisian secara resmi memutuskan untuk menghentikan penyidikan kasus percobaan pencurian ini. Polisi telah memeriksa tiga orang saksi, termasuk pemilik sepeda motor yang sempat menjadi sasaran maling motor di Surabaya tersebut.

“Oh, sudah tutup (penyelidikan kasus). Saksi yang melihat dan pemilik motor juga sudah kami periksa semua,” jelas Jodi. Saat ini, sepeda motor milik korban telah diserahkan kembali kepada pemiliknya dengan status pinjam pakai.

Meski penyelidikan kasus pencurian dihentikan, peristiwa ini menjadi pengingat keras akan bahaya main hakim sendiri. Hingga kini, pihak kepolisian tidak membuka penyelidikan baru terkait aksi massa yang menyebabkan pelaku tewas, dengan alasan seluruh rangkaian pemeriksaan saksi telah dianggap tuntas.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini