Usai membagikan dukungan pada korban musibah gempa bumi, dilanjutkan dengan pemantauan pembangunan rumah sederhana yang diisyarati penaruhan batu awal yang dilakukan oleh Gubernur Jatim, Pangdam V Brawijaya serta Kepala Kepolisian Daerah Jatim.
Sebagian warga Pengungsi ditampung di Kamp BPBD Jatim.

Untuk rumah penduduk yang tumbang, masyarakat diungsikan ke kamp gawat kepunyaan BPBD Provinsi Jatim. Sebaliknya rumah masyarakat yang sedang dapat dihuni, mereka sedang senantiasa bermukim di rumah masing- masing.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa proses untuk bisa menyampaikan informasi wajib tervalidasi yang dapat diumumkan lewat kantor kelurahan.
Baca Juga: Jelang Munas X LDII April 2025, Menteri Fadli Zon Minta LDII Perkuat Kebudayaan
” Sebaliknya rumah masyarakat yang hadapi rusak ringan serta lagi hendak dilakukan swakelolah yang hancur berat memperoleh 50 juta rupiah,” jelas Gubernur Jatim, Sabtu( 17 -4 – 2021) petang.
TNI-Polri Gotong Royong Bangun Rumah Sederhana
Ditambahkan Khofifah, supaya mereka tidak terletak di tempat pengungsian nantinya Tentara Nasional Indonesia(TNI) serta Polri bersama- sama serta gotong royong dengan warga melaksanakan percepatan- percepatan pembangunan rumah sederhana.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Sementara itu Pangdam V Brawijaya Mayjen Tentara Nasional Indonesia(TNI) Suharyanto menarangkan, kalau anggota Tentara Nasional Indonesia(TNI) serta Polri sedia disiagakan di lokasi musibah buat dapat bersama- sama menolong warga.
” Disini yang diterjunkan terdapat ribuan anggota Tentara Nasional Indonesia(TNI) serta di bantu dari Polri,” tutup Pangdam V Brawijaya. ( jok )












