Sementara itu, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, calon wakil presiden nomor urut 1, juga memberikan tanggapan terhadap film tersebut melalui cuitannya di media sosial. Namun, netizen menyarankan agar Cak Imin tidak terlalu banyak berkomentar selama masa tenang Pilpres 2024.
Cuitan Cak Imin sebenarnya hanya bertanya apakah ada yang sudah menonton film tersebut, sambil mengunggah trailer film tersebut.
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
Film dokumenter Dirty Vote yang baru saja dirilis oleh rumah produksi WatchDoc disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono dan mengungkap berbagai kecurangan dalam Pemilu 2024. Film ini menampilkan tiga ahli hukum tata negara: Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar. Film ini dapat ditonton di akun YouTube Dirty Vote.
Sebagai catatan, WatchDoc sebelumnya juga telah merilis film-film terkait momentum pemilu, seperti film Ketujuh pada tahun 2014, Jakarta Unfair menjelang Pilkada DKI Jakarta pada 2017, dan Sexy Killers pada Pilpres 2019.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Film Dokumenter ‘Dirty Vote‘ Memunculkan Polemik: Reaksi dan Analisis












