Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Film ‘Dirty Vote’ Guncang Masa Tenang Pilpres!

Alfi Fida
×

Film ‘Dirty Vote’ Guncang Masa Tenang Pilpres!

Sebarkan artikel ini
Film 'Dirty Vote' Guncang Masa Tenang Pilpres!
Film 'Dirty Vote' Guncang Masa Tenang Pilpres!

Sementara itu, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, calon wakil presiden nomor urut 1, juga memberikan tanggapan terhadap film tersebut melalui cuitannya di media sosial. Namun, netizen menyarankan agar Cak Imin tidak terlalu banyak berkomentar selama masa tenang Pilpres 2024.

Cuitan Cak Imin sebenarnya hanya bertanya apakah ada yang sudah menonton film tersebut, sambil mengunggah trailer film tersebut.

Baca Juga: Kapolres Blitar Klarifikasi Isu Dugaan Penganiayaan Ajudan Wakapolres

Film dokumenter Dirty Vote yang baru saja dirilis oleh rumah produksi WatchDoc disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono dan mengungkap berbagai kecurangan dalam Pemilu 2024. Film ini menampilkan tiga ahli hukum tata negara: Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar. Film ini dapat ditonton di akun YouTube Dirty Vote.

Sebagai catatan, WatchDoc sebelumnya juga telah merilis film-film terkait momentum pemilu, seperti film Ketujuh pada tahun 2014, Jakarta Unfair menjelang Pilkada DKI Jakarta pada 2017, dan Sexy Killers pada Pilpres 2019.

Baca Juga: Beky Herdihansah Janji Perjuangkan Harga Telur Peternak Rakyat Blitar, Siap Surati Pemerintah Pusat

Film Dokumenter ‘Dirty Vote‘ Memunculkan Polemik: Reaksi dan Analisis

Reaksi terhadap film ‘Dirty Vote’ mencerminkan polarisasi dalam politik Indonesia. Sementara beberapa pihak menilai film sebagai upaya untuk menyampaikan pesan tentang pelanggaran pemilu, yang lain menganggapnya sebagai fitnah dan narasi kebencian.

Meskipun demikian, film ini tetap menjadi perbincangan yang penting dalam konteks pendidikan politik. Pihak-pihak terkait diharapkan untuk menanggapi dengan bijaksana dan memperdalam diskusi tentang integritas demokrasi di Indonesia.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Ketua DPRD Kota Blitar Serukan Semangat Berbagi