Tampak dari kreatifitas dan goresan tangan secara alami menunjukkan bahwa ternyata para pemuda Indonesia sangat mahir dalam bidang Seni. Ada dua katagori yang diperlombakan dalam Festival ini yaitu Kategori
Panji dan Kategori Bebas atau Umum.
” Kita sengaja mengambil lokasi di Pamuksan Sri Aji Joyoboyo ini karena selain tempatnya luas juga angin sangat kencang. Dengan begitu untuk layang- layang yang besar seperti kepala Naga akan bisa dinaikkan. Selain itu lokasi yang dibuat Festival layang- layang ini akan di bangun Museum Joyoboyo.” terang Sekertaris Daerah Kabupaten
Kediri, Supoyo, SH.
Baca Juga: Penemuan Artefak Batu Yoni di Sawah Kediri Menguak Jejak Peradaban Masa Lalu
Sementara itu salah satu peserta dari Surabaya yang datang rombongan dan akan menampilkan layang- layang bentuk kepala Naga mengaku sangat tertarik untuk mengikuti Festival di Kediri karena tempatnya di Area
Pamuksan Sri Aji Joyoboyo. Selain karena kawasan wisata sejarah tersebut sudah dikenal Internasional, dirinya berharap juga akan mendapat berkah dari Allah SWT melalui Situs Pamuksan Sri Aji Joyoboyo.
“Tertarik saja karena pelaksanaan di Lokasi situs bersejarah dan sangat terkenal. Siapa tahu di Festival sini bisa menjadi juara 1 atau yang terbaik. Ya, termasuk ikut mengenalkan Situs Bersejarah di wilayah Kediri.b Karena nenek moyang saya juga dari Kediri” ungkap Adi Deo yang akan menunjukkan karya layang- layang berkepala Naga asal
Surabaya.(eko)












