“Media harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik. Verifikasi, konfirmasi, dan keberimbangan tetap menjadi pondasi utama,” tegas politisi Partai Golkar itu.
Dalam forum tersebut, para jurnalis juga menyampaikan berbagai pandangan, mulai dari persoalan keberlanjutan bisnis media, persaingan dengan konten kreator independen, hingga pentingnya kolaborasi antara legislatif dan media dalam menyampaikan program-program pembangunan kepada masyarakat.
Baca Juga: Pansus LKPJ Minta Parkir RSUD Mardi Waluyo Gratis untuk Ringankan Pasien
Jairi Irawan menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi yang sehat dan transparan dengan media. Ia berharap hubungan antara legislatif dan pers tetap terjaga dalam koridor profesionalisme dan independensi.
“Media bukan alat kekuasaan, tetapi mitra kritis. Kritik yang konstruktif justru menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan kebijakan,” imbuhnya.
Baca Juga: Bonus Emas Disiapkan, Atlet Blitar Dipacu Tampil Maksimal di Porprov Jatim
Diskusi ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara wakil rakyat dan insan pers dalam menghadapi tantangan era digital, sekaligus menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus media sosial. **












