Hacker yang menamakan diri Bjorka dilaporkan kembali beraksi dengan mengklaim telah membocorkan data pribadi sebanyak 341.000 anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Aksi mengejutkan ini disebut Bjorka sebagai balasan atas penangkapan seseorang oleh kepolisian yang dianggap bukan dirinya.
Kabar kebocoran ini pertama kali diungkap ke publik oleh pakar keamanan siber, Teguh Aprianto, melalui akun pribadinya di platform X pada Minggu, 5 Oktober 2025.
Baca Juga: Menteri Imigrasi Diminta Pimpin Investigasi Dugaan Kekerasan Oknum Petugas Lapas Kediri
Ancaman terhadap Keamanan Internal
Menurut Teguh Aprianto, data yang dirilis Bjorka memuat informasi yang sangat detail dan berpotensi membahayakan keamanan internal institusi. Data tersebut mencakup:
Nama lengkap
Pangkat
Satuan Tugas
Nomor Ponsel
Alamat email anggota Polri
Bjorka mengklaim total data yang bocor mencapai 341.800 entri, dengan ukuran file terkompresi 9 MB dan membengkak menjadi 40 MB setelah diekstrak.
Baca Juga: Misteri Sosok Guru Dalam Skandal Manipulasi Naskah Ujian Dan Sistem CAT
Pesan Sindiran Bjorka
Dalam keterangan yang dibagikan di forum gelap, Bjorka menyertakan pesan bernada sindiran dan provokatif yang menyinggung klaim kepolisian yang sebelumnya menyatakan telah menangkapnya.
“Karena polisi Indonesia mengklaim telah menangkap saya, saya memutuskan untuk membocorkan data ini sebagai kejutan untuk mereka,” tulis Bjorka.
Pernyataan tersebut merujuk pada penangkapan faker atau peniru Bjorka yang sempat diklaim oleh polisi.
Respons Polda Metro Jaya
Menanggapi isu serius ini, Polda Metro Jaya menyatakan tengah mendalami dugaan kebocoran data tersebut. Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonal Simanjuntak, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan awal.
“Itu kami dalami lagi,” ujar Reonald saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Senin, 6 Oktober 2025.
Reonal menambahkan bahwa proses pengecekan internal masih berlangsung dan pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan rinci mengenai validitas data tersebut. “Pengecekan internal masih berlangsung dan belum bisa memberi keterangan lebih rinci. Saya baru dengar. Saya cek dahulu,” pungkasnya.












