Example floating
Example floating
Abata

Ini Doa Malam Nisfu Sya’ban yang Diajarkan Oleh Sayyidina Ali

A. Daroini
×

Ini Doa Malam Nisfu Sya’ban yang Diajarkan Oleh Sayyidina Ali

Sebarkan artikel ini
doa malam nisfu sya'ban
doa malam nisfu sya'ban

Memo.co.id

Salah seorang ulama yang mengajarkan kepada kita doa pada malam nisfu sya’ban (malam tanggal 15 bulan Sya’ban) adalah Syaikh Abdul Qadir al Jailani. Dalam salah satu karyanya, Ghunyah al Thalibin, beliau menyebut malam ini dengan “lailah mubarakah” (malam yang diberkati oleh Allah) yaitu malam turunnya rahmat, keberkahan, kebaikan dan pengampunan. Beliau menyebut pula dengan “lailatul Bara’ah” (malam pembebasan).

Baca Juga: Kitab Sakti Ilmu Alat Bagi Pemula, Yang Diajarkan di Pesantren Untuk Mempelajari ilmu Nahwu

Oleh karena itu, menurut Imam al Ghazali pada malam nisfu sya’ban dianjurkan untuk banyak berdzikir dan berdoa kepada Allah.

Syaikh Abdul Qadir al Jailani, mengutip doa Sayyidina Ali, menulis doa yang sebaiknya dibaca pada malam nishfu sya’ban. Doa tersebut adalah:

Baca Juga: 5 Kesaktian Sunan Gunung Jati yang Menjadi Warisan Budaya Indonesia


اللهم صل على محمد وآله مصابيح الحكمة وموالي النعمة ومعادن العصمة واعصمني بهم من كل سوء ولا تأخذني على غرة ولا على غفلة ولا تجعل عواقب امري حسرة وندامة وارض عني فإن مغفرتك للظالمين وانا من الظالمين اللهم اغفر لي ما لا يضرك واعطني مالا ينفعك فإنك الواسعة رحمته البديعة حكمته فأعطني السعة والدعة والأمن والصحة والشكر والمعافاة والتقوى وافرغ الصبر والصدق علي وعلى اوليائي فيك واعطني اليسر ولا تجعل معه العسر واعم بذالك اهلي وولدي واخواني فيك ومن ولدني من المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa alihi, mashabihil hikmati wa mawalin nikmati, wa ma’dinil ‘ishmati, wa’shimni bihim min Kulli su’in, wa la ta’khudzni ‘ala ghirratin wa la ‘ala ghaflatin, wa la taj’al ‘awaqiba amri hasratan wa nadamatan, wardha ‘anni fainna maghfiratika liddhalimin wa ana minaddhalimin. Allahumma ighfirli ma la yadhurruka, wa a’think ma la yanfa’uka, fainnaka al wasi’atu rahmatuhu, al badi’atu hikmatuhu, fa a’thini assa’ata wadda’ata, wal amna was shihhata was syukro wal mu’afata wattaqwa, wa afrighis shabra was Shidqa ‘alayya, wa ‘ala awliai fika, wa a’thini al yusra, wa la taj’al ma’ahu al ‘usra, wa a’imma bidzalika ahli wa waladi wa Ikhwani Fika wa man waladani minal muslimin wal muslimat wal mukminin wal mukminat.

Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah rahmat ta’dzimmu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lampu-lampu nikmat dan tuan-tuan hikmah, sumber-sumber penjagaan. Jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka, janganlah Engkau menghukumku atas kelengahan dan kelalalian, janganlah engkau jadikan akhir urusanku suatu kerugian dan penyesalan, ridhailah aku, sesungguhnya pengampunanMu adalah untuk orang-orang dhalim dan aku termasuk dari mereka. Ya Allah, ampunilah bagiku dosa yang tidak meeugikan-Mu, berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat kepada-Mu, sesungguhnya rahmat-Mu luas dan hikmah-Mu indah. Berilah aku kelapngan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, perlindungan (dari segala penyakit), dan ketakwaan. Tuangkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku, kepada kekasih-kekasihku karena-Mu, berilah aku kemudahan dan janganlah jadikan bersamanya kesulitan, liputilah dengan karunia-karunia tersebut kepada keluargaku, anak-anakku, saudara-saudaraku karena-Mu, dan kepada orang tua yang melahirkanku dari kaum muslimin, muslimat, mukminin dan mukminat.

Doa di atas dibaca saat malam nisfu sya’ban, yang tahun ini bertepatan dengan Minggu malam, 28 Maret 2021