” Awalnya munculnya suara itu saya kira atap asbes roboh. Begitu saya keluar rumah ternyata jembatan ambrol,” ucap Siti Yumairatun.
Melihat kejadian itu , Siti Yumairatun bergegas melapor ke tetangga dan pamong kalau jembatan ambrol.
Baca Juga: Tragedi Wanita Muda di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Meninggal Dunia di Area Belakang Rumah
” Saat kejadian itu, jembatan langsung di tutup total.Karena kondisinya sangat membahayakan bagi keselamatan warga dan petani yang setiap harinya melewati jembatan ini,” ucapnya juga.
Sementara itu dikatakan Kades Gejakan ,Loceret, Dedy Nawan MK dengan musibah itu, pihak Pemdes hari ini ( Senin, 3/03/2025) mengirim surat permohonan yang ditujukan kepada Bupati Nganjuk melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD).
Isi surat tersebut berisi pemberitahuan dan harapan untuk ada perhatian khusus dari pemerintah daerah melalui BPBD untuk segera cek lokasi dan mengambil tindakan preventif terhadap musibah yang lebih serius.
Untuk diketahui, jembatan ambrol ini pembangunannya di tahun 70 an menggunakan dana swadaya murni masyarakat. Artinya tidak menyerap dana APBD.
Baca Juga: Pajak Minerba Beku, PAD Nganjuk Kecolongan Ratusan Juta
” Kalau sekarang masyarakat petani disuruh swadaya total saya kira tidak mampu. Daerah harus ikut terlibat membantu ,” papar Dedy Nawan.
Akibat musibah ini masih kata Dedy Nawan yang terkena dampak tidak hanya warga saja, tapi kelompok tani juga terkena dampak. Karena akses satu satunya menuju sawah ditutup total.
” Karena ini darurat, untuk sementara waktu petani ambil hasil panennya harus berputar lewat jembatan menuju perumnas,” pungkas kades. ( adi)












