Selain contactless, keberadaan QRIS juga mampu menjadikan semua transaksi tercatat dan langsung masuk rekening, membantu terbentuknya profil UMKM dan pedagang ketika mengajukan pembiayaan, serta terhindar dari risiko uang palsu.
Transaksi QRIS sendiri mengusung prinsip CEMUMUAH : CEpat, MUdah, MUrah, Aman, dan Handal.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Rizal Moelyana Asisten Direktur, menyampaikan gagasan mengenai upaya mendorong Kerja sama Antar Daerah (KAD) di wilayah eks karesidenan Kediri-Madiun yang bermanfaat untuk mendukung program pengendalian inflasi, serta mampu mendorong Onboarding UMKM pedagang pasar agar dapat memanfaatkan teknologi digital.
Gagasan KAD dimaksud berupa pemanfaatan platform melalui pengembangan dan penambahan fitur website Pasar. id bersama BRI dengan Kabupaten Kediri menjadi pilot project.
Website pasar sendiri merupakan suatu wujud ekosistem digital sistem perdagangan yang terintegrasi dengan sistem sistem pembayaran nontunai, yang mampu menyediakan prasarana jual beli serta informasi data ketersediaan pasokan dan surplus – defisit.
Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta
Dalam waktu dekat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri juga berencana meluncurkan program Kampung Inggris Pare sebagai Kampung Wisata Pendidikan dan Digital sebagai rangkaian FEKDI.
Dukungan berbagai pihak sangat diharapkan untuk mendukung inisiatif tersebut diantaranya dalam bentuk prioritas vaksinasi Covid-19 kepada para pelaku usaha dan tenaga pendidik di Kampung Inggris Pare serta pedagang pasar sebagai penggerak kegiatan ekonomi di Kabupaten Kediri.
Baca Juga: Jaksa Tuntut Sutrisno Sembilan Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp3,5 Miliar
“Ke depan, keberadaan program digitalisasi pasar diharapkan dapat mendorong terwujudnya masyarakat Kabupaten Kediri yang maju dan sejahtera berdasarkan ekonomi kerakyatan yang didukung birokrasi yang melayani sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kediri, “harap Rizal Moelyana.












