[ad_1]
Surabaya, Memo
Baca Juga: JUMAT BERSIH SMPN 1 Grogol Libatkan Seluruh Warga Sekolah
Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) kembali mengadakan pendidikan dan latihan jurnalistik. Diklat kali ini mengupas tuntas pelaksanaan KEJ (Kode Etik Jurnalistik), wawasan kebangsaan bagi wartawan, etika dan trik jurnalisme investigasi dan pra uji kompetensi wartawan.
Diklat jurnalistik PJI diselenggarakan di Gedung BK3S Surabaya, Mingggu (25/8) kemarin, dikhususkan bagi anggota PJI di Jatim dan Madura yang akan melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Baca Juga: Layangkan Somasi!!! Begini Pernyataan LSM GAP Terkait Proyek Pembangunan Syeh Wasil Kota Kediri
Tidak hanya wilayah Jatim, namun kenyataannya ada juga anggota PJI dari Jawa Tengah dan Jakarta, yang diikuti Perseta Diklat sekitar 60. Sesuai pembatasan yang direncanakan, supaya para peserta Diklat dalam penyerapan materinya lebih efektif.
Ketua Umum PJI Hartanto Boechori, dalam sambutannya menegaskan kembali, kegiatan PJI tidak didanai dengan mengemis atau mengedarkan proposal minta-minta bantuan dana. PJI membudayakan kebersamaan anggota PJI. Untuk perputaran roda organisasi, PJI memperkuat Departemen Pusat Usaha Pers PJI, Departemen Koperasi dan Kemitraan, serta Departemen Hukum dan Ham PJI.
Hartanto menjelaskan juga, PJI beraliansi kepada Dewan Pers, kendati muncul berbagai penentangan terhadap lembaga independen amanat Undang-undang Pers itu. “Beberapa waktu ini ada yang membentuk “DP-DP an” dan memerankan diri seolah-olah “Dewan Pers” tandingan”, begitu diistilahkan pimpinan tertinggi PJI yang ternyata juga manajer sasana Kick Boxing BKBC (Buchori Kick Boxing Camp) itu












