Memo.co.id– Anggota DPR RI Komisi VI Herman Khaeron mengatakan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk harus fokus pada bisnis yang menguntungkan perusahaannya tersebut. Menurut Herman, mengenai pemangkasan direksi dan komisaris tidak berkorelasi pada efektivitas manajemen Garuda Indonesia.
“Namun, struktur komisaris dan direksi yang lebih ramping, mudah-mudahan dapat merampungkan persoalan yang selama ini terjadi,” kata dia
Baca Juga: Pemerintah Salurkan Enam Program Bansos Serentak Mulai April 2026
Legislator Partai Demokrat ini mengatakan, Garuda Indonesia harus bisa melakukan renegosiasi dan lessor, baik sistem atau pun harga tiket. Pasalnya, selama ini keduanya menjadi penyebab utama beratnya keuangan Garuda.
Herman menuturkan, Garuda sebagai perusahaan harus melakukan transformasi bisnis yang memiliki daya saing baik regional maupun internasional. “Garuda harus fokus pada rute menguntungkan, kalau pemerintah memberikan penugasan harus ada kompensasi,” katanya.
Baca Juga: Strategi Efisiensi Energi Pemerintah Lewat Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat
Selain itu, Herman juga menyebut pemerintah harus memberikan injeksi modal pada Garuda Indonesia. Sehingga bisa mampu bertahan dengan kondisi saat ini. “Apakah dalam bentuk PMN (penyertaan modal negara-Red) atau dana talangan,” ungkapnya.












