Puluhan murid sekolah dasar (SD) di lereng Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur harus digendong orang tua menyeberangi aliran lahar dingin Sungai Regoyo untuk sampai di sekolah.
Para murid SD terpaksa digendong lantaran jembatan yang menjadi akses satu-satunya warga untuk beraktivitas jebol diterjang banjir lahar dingin Gunung Semeru dua bulan lalu.
Kini, warga dan para murid berharap jembatan yang menghubungkan Dusun Sumberlangsep dengan Jugosari segera dibangun agar mobilitas mereka menjadi lancar.
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
Gendong anak menyeberangi banjir lahar menjadi rutinitas warga saat mengantar ke SD Negeri 03 Jugosari, Candipuro, Lumajang yang berada di seberang desa.
Namun tidak sedikit murid SD harus menyeberangi banjir lahar dingin Sungai Regoyo sendiri lantaran orang tuanya tak kuat menggendongnya sampai ke seberang.
Meski menantang bahaya namun tidak ada pilihan lain lantaran akses ini menjadi akses satu-satunya warga menyeberangi banjir lahar dingin Sungai Regoyo.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup












