“Saat ini, dari kuota total 2,3 juta ton yang diberikan, terdiri dari sisa kuota tahun 2022 sebanyak 300 ton dan kuota tahun 2023 sebanyak 2 juta ton, kami sudah berhasil merealisasikan sekitar 1,6 juta ton,” terangnya.
Dia menambahkan, langkah pemerintah untuk mengimpor beras melalui Bulog akan membantu memperkuat stok cadangan beras pemerintah. Dia yakin bahwa langkah ini akan berdampak positif dalam menjaga stabilitas harga beras dan merespons dampak dari fenomena El Nino.
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
Suyamto juga menenangkan masyarakat terkait dampak El Nino ini, dengan mengungkapkan bahwa saat ini Bulog memiliki stok beras sebanyak 1,33 juta ton. Bulog tetap berkomitmen untuk memastikan ketersediaan pangan terutama beras, terutama dalam situasi yang rawan seperti saat ini.
“Dalam proses penyerapan beras dari dalam negeri, kami juga masih terus bergerak dan masih ada kontrak yang tersisa serta kuota impor beras yang akan kami upayakan untuk segera diimpor lebih cepat ke Indonesia,” pungkas Suyamto.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Mengatasi Dampak El Nino: Bulog Percepat Impor Beras untuk Menjaga Ketersediaan Stok
Secara keseluruhan, Bulog telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menghadapi tantangan yang diakibatkan oleh fenomena El Nino. Dengan mempercepat impor beras dan meningkatkan pengadaan beras dari dalam negeri, Bulog berupaya memitigasi risiko kekurangan pasokan beras akibat penurunan produksi.
Meskipun dampak El Nino dirasakan di pasokan beras dan harga yang meningkat, upaya Bulog dalam menjaga stok cadangan beras pemerintah (CBP) dan mengimpor beras telah memberikan ketenangan kepada masyarakat. Dengan langkah-langkah proaktif ini, Bulog memberikan kontribusi positif dalam menjaga stabilitas pangan nasional di tengah tantangan iklim yang serius.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan












