Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
BLITAR

CV Bumi Indah Respons Keluhan Warga Soal Bau, Hasil Uji Lab Segera Keluar

Prawoto Sadewo
×

CV Bumi Indah Respons Keluhan Warga Soal Bau, Hasil Uji Lab Segera Keluar

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id

Ketegangan antara warga dan pihak pengelola peternakan di Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, kembali mengemuka. Aduan mengenai dugaan gangguan bau dari aktivitas peternakan menjadi pembahasan utama dalam rapat dengar pendapat yang mempertemukan masyarakat, CV Bumi Indah Group, dan Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Senin (11/5/2026).

Baca Juga: Mulai Dikerjakan! Jembatan Garuda Blitar Target Selesai Dua Bulan

Dalam forum tersebut, warga menyampaikan keresahan mereka terhadap aroma menyengat yang dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari serta kenyamanan lingkungan sekitar.

Menjawab keluhan itu, perwakilan dari CV Bumi Indah Group, Tama, menegaskan bahwa penentuan ada atau tidaknya pencemaran udara tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan persepsi pribadi. Menurutnya, ukuran yang dipakai tetap harus mengacu pada standar resmi kualitas udara.

Baca Juga: Rapat Konsolidasi Penanganan Jalan Lingkar Wonorejo, Bappeda Tulungagung Ajak Seluruh Pihak Bersinergi

“Sepanjang memenuhi baku mutu udara, maka standarnya seperti itu. Jadi tidak bisa distandarkan memakai penilaian hidung orang per orang. Kami semaksimal mungkin tetap mengusahakan agar sesuai dengan baku mutu udara yang ada,” ujar Tama.

Ia mengatakan perusahaan tidak menutup mata terhadap aspirasi masyarakat. Seluruh masukan dari warga disebut menjadi perhatian perusahaan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pengelolaan usaha.

Baca Juga: Demi Pacar, Wanita Blitar Selundupkan 600 Pil Dobel L di Organ Intim ke Lapas

“Kami mengucapkan terima kasih atas masukan dari masyarakat. Ke depannya kami akan terus berbenah dan menjaga komunikasi yang baik dengan warga,” katanya.

Sebagai tindak lanjut atas persoalan tersebut, perusahaan telah melakukan pengambilan sampel udara dan limbah di area peternakan pada akhir April lalu. Sampel itu kini masih dalam tahap pengujian di laboratorium independen dan hasilnya diperkirakan keluar pertengahan Mei.

“Hasil uji laboratorium itulah yang nantinya menjadi dasar langkah selanjutnya. Baik itu berkaitan dengan perbaikan sistem, penyesuaian kegiatan, maupun hal-hal lain yang dianggap perlu, semuanya akan disesuaikan dengan temuan yang tercatat secara ilmiah dan sah,” jelasnya.