Example floating
Example floating
Hukum

Cara Pengelola Arisan Online Menipu Anggotanya: Beri Untung, Lalu Kabur

A. Daroini
×

Cara Pengelola Arisan Online Menipu Anggotanya: Beri Untung, Lalu Kabur

Sebarkan artikel ini
Cara Pengelola Arisan Online Menipu Anggotanya
Cara Pengelola Arisan Online Menipu Anggotanya

“Kalau saya pribadi rugi Rp7 juta, total ada 50 orang lebih, beda-beda kota itu, total Rp 1,5 miliar sejak Januari. Kalau yang kami tiga orang di Malang, yang di Jakarta sama Jogja, sudah ada yang lapor katanya,” kata dia.

Namun kini ia tak tahu harus bagaimana, NA hilang tanpa kabar. Dirinya juga tak bisa ditelpon dan dikirim pesan whatsapp sejak 26 Juni 2021. Bahkan ia sempat mendatangi rumah NA yang ada di KTP, namun ternyata rumah tersebut sudah dijual lama dan pindah.

Baca Juga: KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Tulungagung Cari Bukti Tambahan Kasus Pemerasan OPD

Pelaku Kabur, Lainnya Tidak Tahu Menahu

Admin penyelenggara arisan yang dikelola NA pun tak tahu menahu keberadaan NA, sedangkan sang pacar yang diketahui tinggal satu rumah dengan NA ternyata malah mengaku juga menjadi korban penipuan, uangnya dibawa kabur oleh NA.

FD pun telah mencari ke rumah orang tuanya dan hasilnya sang orang tua tak mau peduli dengan permasalahan yang dialami anaknya. Tak kunjung mendapat kejelasan akhirnya FD mencoba memberanikan diri mengadukan ke Polresta Malang Kota.

Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta

“NA ini nggak ada kabar, ditelpon nggak bisa, di-whatsapp nggak bisa, saya sih belum curiga anggapannya 1 x 24 jam, tapi yang lain sudah banyak yang bingung. Satu hari lebih saya baru komunikasi. Saya cari di rumahnya nggak ada, sampai akhirnya lapor,” jelasnya.

Rela Memberikan Uang Setelah Menerima Untung di Awal

Sementara itu korban lainnya DV, perempuan berusia 25 tahun, mengaku harus kehilangan uang Rp15 juta. Ia rela memberikan uangnya kepada NA setelah dirinya menerima pemberian uang dari hasil keuntungan arisan online.

Baca Juga: Jaksa Tuntut Sutrisno Sembilan Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp3,5 Miliar

“Dapatnya bergilir, setor Rp2-3 jutaan, sudah balik modal sudah Rp5 juta. Tapi saya tambahi lagi ini, kerugian saya sampai Rp15 juta. Saya kan tahunya dari online, cara komunikasi, bukti transfernya itu sudah rapi gitu. Kalau orang lihat sekilas dari instagramnya, itu bahkan ngasih tahu tertulis alamatnya, tertulis kerjaannya apa, backgroundnya apa, tertulis semua jelas di situ. Instagramnya arisan untung mlg,” beber dia.

Hal serupa dialami mahasiswa berinisial RCF yang juga kehilangan uang Rp5.035.000 yang disetorkan ke NA dengan iming-iming bakal berlipat keuntungan. Apalagi ia sempat mendapat uang arisan 5-10 kali dengan modal awal yang disetorkannya Rp1.600.000. “Iya sudah dapat beberapa kali, seingat saya 5-10 kali, modal awal 1.600.000,” pungkasnya.