Tetap stay dan connecting, menjadi kebutuhan super penting. Setidaknya, menhghindari rasa sedih karena kesendirian di tempat yang berbeda dengan orang orang terkasih. Hubungan melalui vchat, telepon, dan video call, memberi rasa kualitas hubuhgan kekerabatan dan kedekatan dengan semuanya.
3. Luangkan waktu Untuk Bahagia
Jalani saja waktu dan keadaan di sekeliling kita. Tetap menjaga lingkungan yang positip, agar bisa merencanakan aktifitas aktiftas lain yang positip, bersama, sekelilingnya. Teritama tetangga kanan kiri yang memiliki nasib yang sama. Langkah ini, perlu menjadi prioritas ketika berada di rantauan, untuk tetap menbendalikan emosi dan tetap bis aberfikir jernih menujalankan aktiftas positif.
“Kita bisa pakai waktu melakukan aktivitas yang bikin bahagia, contohnya masak pakai resep keluarga. Pas kan saat menjelang lebaran,
kita kangen makanan buatan keluarga. Masak pakai resep keluarga bukan cuma isi waktu, hasilnya bisa dinikmati mengurangi rasa kangen,” tambahnya.
4. Tetap Merawat Diri dan Mencintai diri
MERAWAT DIRI, MESKI DALAM KESENDIRIAN, PENTING. Setidaknya tetap mempertahankan sikap percaya diri dan positif. Self-care jadi sangat penting, apalagi di situasi darurat seperti sekarang siapa lagi kalau bukan diri sendiri yang merawat diri sendiri.
Menurut Zarra, tetap merawat diri dan mencintai diri adalah salah satu cara mengelola rasa sedih. Self-care disebutkan Zarra sebagai salah satu contoh mencintai diri yang perlu dilakukan, khususnya dalam kondisi pandemi saat ini supaya sehat secara fisik dan psikologis.
5. Menemukan Sudut Pandang positip
Terakhir, Menemukan Sudut Pandang positip. Menemukan sudut pandang dan hal hal yang positip serta mengaktualisasikan diri ke dalam kegiatan yang bisa dijalani apa saja. Misalnya, menulis , membuat video dan merekamnya dengan kamera di android, serta aktualisasi diri untuk menajamkan pandangan positif kita.
“Isinya se-simple bisa buka puasa dengan layak misalnya, atau bisa bernapas dan beraktivitas, atau bisa merasakan matahari pagi. Hal-hal kecil ini jika dilatih untuk disyukuri maka akan melatih diri supaya bisa melihat sebuah peristiwa dari sudut yang lebih positif,” tutup Zarra. ( ed )












