Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Cak Imin Ungkap Fakta Kerusakan Ekologi dan Kegagalan Proyek Pangan

Alfi Fida
×

Cak Imin Ungkap Fakta Kerusakan Ekologi dan Kegagalan Proyek Pangan

Sebarkan artikel ini
Cak Imin Ungkap Fakta Kerusakan Ekologi dan Kegagalan Proyek Pangan
Cak Imin Ungkap Fakta Kerusakan Ekologi dan Kegagalan Proyek Pangan

MEMO

Proyek Food Estate Presiden Joko Widodo menjadi sorotan tajam dalam Debat Calon Wakil Presiden 2024. Cak Imin, Calon Wakil Presiden nomor urut 1, secara blak-blakan menyatakan niatnya untuk menghentikan proyek ini, dengan alasan bahwa Food Estate telah mengesampingkan kepentingan petani dan berdampak merugikan pada lingkungan.

Baca Juga: Ormas 212 dan PSHT Gelar Doa Bersama untuk Korban Pengeroyokan di Loceret Nganjuk

Dalam Debat yang berlangsung di Jakarta, Cak Imin menyoroti kegagalan proyek tersebut dan menekankan perlunya keterlibatan petani dalam upaya meningkatkan produksi pangan.

Food Estate Presiden Jokowi Bawa Petaka Lingkungan

Proyek Food Estate yang digulirkan oleh Presiden Joko Widodo mendapat sorotan tajam dalam Debat Calon Wakil Presiden 2024. Cak Imin, Calon Wakil Presiden nomor urut 1, menjadi sosok yang kerap mengkritik proyek tersebut, dengan tegas menyatakan niatnya untuk menghentikan Food Estate.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Ayahnya, Megawati Pertegas Semangat Merawat Warisan Bung Karno 

Menurut Cak Imin, proyek ini telah terbukti mengesampingkan kepentingan para petani dan menimbulkan dampak negatif pada lingkungan.

Dalam Debat Calon Wakil Presiden 2024 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada malam Minggu, 21 Januari 2024, Cak Imin menyampaikan kekhawatirannya terhadap pendekatan pengadaan pangan nasional melalui Food Estate.

Baca Juga: Kapolres Blitar Klarifikasi Isu Dugaan Penganiayaan Ajudan Wakapolres

Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya mengabaikan petani, tetapi juga mengakibatkan konflik agraria dan merusak lingkungan.

Cak Imin secara blak-blakan menyatakan pendiriannya, “Kita sangat prihatin upaya pengadaan pangan nasional dilakukan melalui Food Estate itu terbukti mengabaikan petani kita, meninggalkan masyarakat adat, menghasilkan konflik agraria bahkan merusak lingkungan. Ini harus dihentikan.”

Solusi Jitu Menyelamatkan Ketahanan Pangan

Poin penting yang diungkapkan Cak Imin adalah kerusakan ekologi yang diakibatkan oleh proyek Food Estate, terutama deforestasi yang menyebabkan hutan menjadi gundul. Menurutnya, proyek ini tidak mencapai kesuksesan yang diharapkan dan seharusnya pemerintah lebih memprioritaskan keterlibatan petani dalam meningkatkan produksi pangan, bukan membangun Food Estate yang dianggapnya tidak efektif.

“Saya setuju dengan Pak Mahfud, tidak ada keseriusan dan kesungguhan untuk itu. Bahkan menyediakan pangan nasional saja tidak melibatkan petani, malah melakukan penggundulan hutan dan gagal lagi karena tidak melibatkan masyarakat adat setempat, petani, dan merusak keanekaragaman hayati kita,” tegas Cak Imin.

Tidak hanya Cak Imin, Calon Wakil Presiden Mahfud MD juga mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap keberhasilan proyek Food Estate. Menurutnya, seharusnya pemerintah fokus pada program seperti “petani bangga bertani di laut” dan “jaya nelayan sejahtera” daripada menghadirkan proyek seperti Food Estate yang dinilainya tidak berhasil dan merugikan lingkungan.

Gagal Total: Sorotan Tegas Cak Imin pada Kerugian Ekologi dan Kegagalan Food Estate

Meskipun mendapat dukungan dari sejumlah pihak, seperti Calon Wakil Presiden Mahfud MD, proyek Food Estate semakin terperinci sebagai gagal total dalam mencapai tujuannya. Cak Imin, dengan tegas, menyoroti kerusakan ekologi yang diakibatkan, terutama deforestasi yang telah membuat hutan menjadi gundul.

Pada intinya, proyek ini dinilai tidak memberikan manfaat signifikan, bahkan menimbulkan konflik agraria. Dalam konteks solusi, Cak Imin menekankan pentingnya pemerintah lebih memprioritaskan keterlibatan petani daripada melanjutkan proyek Food Estate yang dinilai tidak efektif.