Malang, Memo
Kemenangan telak Persik Kediri atas Arema FC dalam laga Derby Jawa Timur di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Minggu (11/5) malam, ternoda oleh insiden tidak menyenangkan. Bus yang mengangkut skuad Macan Putih menjadi sasaran pelemparan batu oleh oknum tak bertanggung jawab.
Peristiwa anarkistis tersebut terjadi saat bus tim Persik Kediri dalam perjalanan menuju hotel. Manajer Tim Persik Kediri, Mochamad Syahid Nur Ichsan, mengungkapkan bahwa akibat lemparan tersebut, pelatih Persik, Divaldo Alves, terkena serpihan kaca.
Syahid menyayangkan tindakan brutal yang menimpa timnya, terlebih setelah pertandingan di lapangan hijau berjalan aman dan lancar dengan skor akhir 3-0 untuk kemenangan Persik Kediri. “Kami juga tidak tahu, mungkin yang di luar itu oknum atau apa,” ujar Syahid dengan nada kecewa.
Laga Derby Jatim semalam menjadi pertandingan pertama yang digelar di Stadion Kanjuruhan pasca Tragedi 1 Oktober 2022, yang seharusnya menjadi momentum kebangkitan sepak bola yang aman dan kondusif.
Menanggapi insiden tersebut, Ketua LOC (Local Organizing Committee) sekaligus Panpel Arema FC, Erwin Hardiono, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada tim Persik Kediri. “Kami sangat menyesalkan dan meminta maaf sebesar-besarnya kepada tim Persik Kediri atas kejadian yang tidak terpuji ini,” ungkap Erwin.
Ia menjelaskan bahwa aksi pelemparan terjadi di luar area Stadion Kanjuruhan, tepatnya di ruas jalan yang dilalui bus Persik Kediri menuju Kota Malang.
Baca Juga: Persik Kediri Anggap Laga Kontra Persebaya di Gresik sebagai Titik Balik Wajib Menang
Beruntung, insiden tersebut tidak mengakibatkan kerugian berupa cedera atau luka berat pada pemain maupun ofisial tim Persik Kediri. Namun, kejadian ini tetap meninggalkan trauma dan kekecewaan bagi tim tamu.
Pihak Arema FC menyatakan akan melakukan evaluasi keamanan dan berjanji akan berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk mengusut tuntas pelaku pelemparan tersebut. Insiden ini menjadi catatan kelam dalam kembalinya sepak bola ke Stadion Kanjuruhan dan diharapkan tidak terulang kembali di masa mendatang.












