Perhatian sang bupati muda ini bukan tanpa alasan. Sejak awal kepemimpinannya, pendidikan telah menjadi salah satu pilar utama pelayanan dasar. Bahkan, di era Mas Dhito, guru Madin dan pengajar agama non-formal lainnya telah merasakan sentuhan bisyaroh (insentif) dari pemerintah daerah.
Mas Dhito melihat pendidikan, termasuk pendidikan agama non-formal, sebagai investasi jangka panjang untuk mengikis kemiskinan. Ajaran yang ditanamkan guru sekolah minggu, meski berfokus pada spiritual, diyakini mengandung “mutiara” nilai hidup yang tak selalu didapatkan di bangku sekolah formal.
Baca Juga: KPK Selidiki Asal Muasal Uang Setoran Belasan Kepala Dinas Untuk Bupati Tulungagung
Pendeta Joesia Prasetijanto, Ketua Bamag Kabupaten Kediri sekaligus koordinator wilayah Karesidenan Eks Kediri, mengapresiasi dukungan penuh Mas Dhito. Bukan hanya untuk kesuksesan Muskerwil, tapi juga dalam setiap denyut perayaan keagamaan umat Kristiani di Kediri. (Adv/Kominfo)












