Meski begitu, Bupati Rijanto menegaskan semangat bangkit harus tetap ada.
“Saya dorong DPRD dan Sekwan untuk bangkit. Setelah olah TKP oleh kepolisian, kita bersihkan, kita inventarisir, lalu kita tata ulang kembali,” ujarnya.
Baca Juga: CV Lang Buana Kembangkan Benih Tebu Unggul untuk Dukung Swasembada Gula
Instruksi khusus juga diberikan kepada ASN di lingkungan Pemkab Blitar.
“Besok ASN memakai pakaian bebas, menggunakan plat nomor biasa, tidak merah. Kita tidak perlu memamerkan harta kekayaan sebagai pejabat publik,” kata Rijanto.
Baca Juga: Panen Raya Jagung Serentak, Polres Blitar Dukung Swasembada Pangan Nasional
Dari hasil investigasi sementara, massa penyerang diketahui tidak hanya berasal dari Blitar. Ada yang datang dari Yogyakarta, Grobogan, Tuban, hingga Kediri.
Forkopimda pun telah menggelar rapat darurat hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa untuk meredam situasi.
Baca Juga: Dua Kandidat Resmi Lolos, Duel Samanhudi vs Tony Andreas Ditentukan di Musorkot
“Kita harus ciptakan kondisi yang adem dan kondusif,” pungkas Bupati.
Kini, gedung DPRD Kabupaten Blitar yang seharusnya menjadi rumah aspirasi rakyat justru menyisakan puing-puing kebakaran dan jejak penjarahan. Pemerintah daerah memastikan revitalisasi segera dilakukan agar simbol demokrasi di Blitar itu kembali tegak.**












