
Jakarta ( Memo.co.id )- Buni Yani merasa tersudut dengan anggapan banyak orang dirinya sengaja menebar kebencian terhadap Ahok karena menggungah video pidato Ahok di Kepulauan Seribu. Buni menyebut dulunya pernah bersimpatik terhadap Ahok, namun kini tidak lagi.
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
“Saya dituduh jadi corong provokator, penyebar kebencian. Saya dulu pendukung Ahok di awal, saya banyak memuji Beliau di tahun 2012 karena dia baik. Tapi terakhir-terakhir banyak hal yang kurang bagus, contoh dia menggusur,” kata Buni Yani dalam jumpa pers di Wisma Kodel, Jl HR Rasuna said, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2016).
Meski tak lagi simpatik, Buni Yani mengaku tidak pernah menyebarkan kebencian terhadap Ahok. Karena itu dia mengganggap tuduhan banyak orang soal dirinya melakukan provokasi melalui media sosial, tidak tepat.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
“Tidak ada kebencian yang saya sebarkan. Saya dianggap penjahat penyebar provokator. Dalam hati saya nggak ada sama sekali perasaan itu. Dari dulu saya sudah merasakan jadi minoritas,” sambungnya.












